Ia mengajak para lulusan meneladani Florence Nightingale, pelopor keperawatan modern yang dikenal melalui kontribusinya terhadap pengembangan praktik keperawatan dan kepedulian terhadap pasien.

Menurut Melki, tenaga kesehatan harus mampu memberikan pelayanan yang mengedepankan nilai kemanusiaan, tanpa membedakan pasien berdasarkan latar belakang sosial maupun kondisi ekonomi.

“Apabila ada masyarakat yang datang meminta pertolongan kesehatan kepada kita, perlakukanlah ia seperti saudara atau keluarga sendiri. Dengan begitu, kita bisa melayani dengan spirit kemanusiaan yang kuat,” ungkap Gubernur Melki.

Ia juga berpesan agar para lulusan terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. Namun, kemajuan teknologi tersebut harus tetap diimbangi dengan sikap profesional, kepedulian, dan pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan.

Tenaga Kesehatan Berperan Penting dalam Penurunan Stunting di NTT

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyoroti pentingnya peran tenaga kesehatan dalam mendukung program Dasa Cita Kelima, yakni Posyandu Tangguh, Masyarakat Sehat, dan Bebas Stunting.

Ia menegaskan bahwa pembangunan NTT yang sehat, produktif, dan berdaya saing membutuhkan dukungan pelayanan kesehatan yang berkualitas serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat.