Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurut Rudi, keberlanjutan turnamen membutuhkan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor agar tidak hanya menjadi agenda olahraga rutin, tetapi berkembang menjadi wadah pembinaan yang lebih luas.
“Ini kegiatan tahunan. Karena itu, perlu ada koordinasi lintas sektor agar kegiatan ini terus berlangsung,” ujarnya.
Rudi juga menyampaikan dukungan Rektor Undana terhadap pelaksanaan Faperta Cup XXXIX. Rektor berhalangan hadir secara langsung karena pada waktu yang sama sedang menghadiri agenda Walikota Cup.
Ia berharap Faperta Cup ke depan tidak hanya menjadi ruang pertandingan sepak bola, tetapi juga membuka peluang kerja sama untuk mendukung pengembangan olahraga di lingkungan kampus.
Dekan Faperta: Inovasi adalah Akar, Prestasi Buah Kerja Keras
Sementara itu, Dekan Faperta Undana, Dr. Tomycho Olviana, S.P., M.M.A., menjelaskan makna tema “Menumbuhkan Inovasi, Menuju Prestasi” yang diusung dalam Faperta Cup XXXIX.
Menurut Tomycho, tema tersebut memiliki keterkaitan erat dengan semangat akademik di bidang pertanian.
Inovasi, katanya, menjadi akar dari kemajuan, sedangkan prestasi merupakan buah dari dedikasi, kerja keras, dan proses yang dilakukan secara konsisten.
“Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan pengingat bagi kita semua. Sebagai insan akademis di bidang pertanian, inovasi adalah akar dari kemajuan, dan prestasi adalah buah dari dedikasi serta kerja keras yang kita tanam,” tegasnya.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan