Tahun ini, sebanyak 22 tim ambil bagian dalam kompetisi yang terdiri dari tujuh tim SMA/SMK dan 15 tim perguruan tinggi.

Keikutsertaan puluhan tim tersebut menunjukkan bahwa Faperta Cup memiliki daya tarik sebagai ruang kompetisi sekaligus pembinaan sepak bola bagi pelajar dan mahasiswa di NTT.

Selain mengejar prestasi, turnamen ini juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarlembaga pendidikan melalui kompetisi yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas.

Iklan

Faperta Cup Sudah 39 Kali, Lampaui Usia ETMC

Kepala Dinas Kominfo NTT, Drs. Adi E. Mandala, M.Si., memberikan apresiasi terhadap konsistensi Faperta Undana yang mampu mempertahankan penyelenggaraan turnamen hingga edisi ke-39.

Menurut Adi, keberlangsungan kompetisi selama puluhan tahun menunjukkan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam membangun kedisiplinan, kerja sama, dan karakter generasi muda.

Ia bahkan membandingkan usia Faperta Cup dengan salah satu kompetisi sepak bola bergengsi di NTT, El Tari Memorial Cup (ETMC).

“Ini yang ke-39, kalau ETMC saja baru 35,” ungkap Adi.

Ia berharap penyelenggaraan Faperta Cup pada tahun-tahun mendatang dapat melibatkan lebih banyak pihak, termasuk Pemerintah Provinsi NTT.

Dengan dukungan yang semakin luas, kata dia, turnamen tersebut dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pengembangan olahraga sekaligus pembinaan atlet muda di NTT.

Rudi Rohi Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Wakil Rektor III Undana, Dr. Rudi Rohi, M.Si., menegaskan bahwa Faperta Cup merupakan agenda tahunan yang penting untuk terus dipertahankan.