Kupang, RakyatNTT.id – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius Geong, mengungkapkan bahwa Bank NTT memperoleh alokasi KUR dari pemerintah pusat sebesar Rp300 miliar pada 2026. Namun, penyaluran kredit tersebut baru berjalan efektif pada Juli 2026 setelah melalui sejumlah proses persiapan.

Hingga September 2026, realisasi penyaluran KUR Bank NTT telah mencapai Rp52 miliar atau sekitar 17,3 persen dari total alokasi yang tersedia.

“Kita memang dialokasikan Rp300 miliar. Tapi kita mulai efektif salurkan KUR itu di bulan Juli. Jadi, baru tiga bulan kita salurkan KUR dan posisi sampai September sudah Rp52 miliar. Untuk bisa terserap semua hingga akhir tahun, tentu perlu effort yang lebih besar,” ujar Alo Geong kepada RakyatNTT.id, Senin (26/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Alo Geong seusai acara pelantikan Flouri Rita Wuisan sebagai Komisaris Independen Bank NTT di Aula Fernandes, Kantor Gubernur NTT.

Menurut Alo Geong, optimalisasi penyerapan kuota KUR memang menjadi salah satu target Bank NTT. Namun, pencapaian target tersebut harus tetap diimbangi dengan penerapan tata kelola penyaluran kredit yang baik agar kualitas pembiayaan tetap terjaga.