Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Bisa jadi, anak komodo ini dimakan burung elang, karena komodo kecil seukuran ini umumnya masih tinggal di atas pohon untuk menjaga dirinya dari pemangsaan induknya sendiri,” ungkap Ongky sambil mengamati bangkai tersebut menggunakan tongkat bercabang yang dibawanya.
Dugaan serupa disampaikan Mr. Geodie, salah seorang wisatawan yang turut menyaksikan temuan tersebut.
Ia menilai burung elang mungkin menjadi predator yang memangsa anak komodo itu. Menurutnya, kondisi bangkai yang masih menyisakan sebagian daging menjadi salah satu alasan di balik dugaan tersebut.
“Saya pikir, anak komodo ini dimakan oleh burung elang, karena tidak semua badannya hilang,” ungkapnya.
Sambil berbicara, ia menunjuk bagian daging yang masih melekat pada bangkai. Puluhan lalat hijau tampak mengerumuni sisa tubuh anak komodo itu, sementara aroma daging yang membusuk semakin terasa di sekitar lokasi.
Meski dugaan tentang burung elang terdengar masuk akal bagi kedua saksi, penyebab kematian dan identitas pemangsa anak komodo tersebut tetap memerlukan bukti lebih lanjut.
Bangkai itu ditemukan tepat di bawah pohon lontar yang berdekatan dengan pohon beringin (Ficus Banyanminggus). Rimbunnya pepohonan di sekitar lokasi menghadirkan gambaran tentang habitat alami yang menjadi tempat satwa berlindung, berburu, dan mempertahankan hidup.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan