Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi mendapat kepercayaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI sebagai salah satu perguruan tinggi penyelenggara Program Beasiswa 3+1+1.

Kepastian tersebut dibahas dalam rapat koordinasi daring antara jajaran rektorat dan tim teknis Undana pada Selasa (15/9/2026).

Program ini membuka peluang bagi mahasiswa Undana untuk mengikuti skema pendidikan terintegrasi yang memungkinkan mereka menempuh tiga tahun studi di Undana, satu tahun di perguruan tinggi mitra luar negeri untuk menyelesaikan gelar sarjana (S1), kemudian melanjutkan satu tahun program magister (S2) dengan pembiayaan penuh dari LPDP.

Iklan

Kepercayaan tersebut sekaligus menempatkan Undana sebagai salah satu perguruan tinggi negeri non-PTNBH dari kawasan Indonesia Timur yang dipercaya menjadi penyelenggara program strategis tersebut.

Undana Jadi Representasi PTN Non-PTNBH Indonesia Timur

Penunjukan Undana berawal dari kunjungan Direktur Beasiswa LPDP bersama tim ke kampus Undana pada 27 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, LPDP menyampaikan kepercayaan kepada Undana untuk terlibat dalam pengelolaan Program Beasiswa 3+1+1.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., menyebut kepercayaan tersebut sebagai pencapaian yang membanggakan bagi Undana.

Dari enam universitas di Indonesia yang ditetapkan sebagai penyelenggara Program 3+1+1 tahun ini, empat merupakan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), sementara Undana menjadi salah satu dari dua perguruan tinggi negeri non-PTNBH yang mendapat kepercayaan tersebut.

“Kami sangat bersyukur karena LPDP secara khusus memilih Undana sebagai representasi perguruan tinggi negeri di kawasan Indonesia Timur. Program beasiswa ini memberikan akselerasi nyata bagi mahasiswa S1 kami untuk menimba ilmu di perguruan tinggi bereputasi internasional sekaligus menyelesaikan studi S2 dalam waktu singkat,” ujar Prof. Annytha.

Mahasiswa Undana Berpeluang Kuliah di Luar Negeri

Dalam skema 3+1+1, mahasiswa akan menjalani perkuliahan reguler selama tiga tahun di Undana.

Setelah memenuhi persyaratan kelayakan atau eligibility, mahasiswa dapat melanjutkan tahun keempat di universitas mitra luar negeri untuk menyelesaikan pendidikan S1.

Setelah memperoleh gelar sarjana, mahasiswa kemudian melanjutkan satu tahun program magister atau S2 di perguruan tinggi mitra dengan dukungan pembiayaan penuh dari LPDP.

Skema tersebut dirancang untuk memberikan jalur akselerasi pendidikan sekaligus memperluas pengalaman akademik mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi internasional.

Untuk menindaklanjuti penunjukan tersebut, tim Undana dijadwalkan bertolak ke Jakarta pada pekan depan.

Agenda tersebut mencakup konsultasi mengenai regulasi teknis, kesiapan dokumen administrasi, serta prosedur dan kelengkapan penyelenggaraan program bersama LPDP.

Undana Perluas Jejaring Perguruan Tinggi Global

Kepala International Relations Office (IRO) Undana, Santri E. P. Djahimo, S.Pd., M.App.Ling., Ph.D., Post Grad. Dip (RMS)., mengatakan program tersebut sejalan dengan visi Rektor Undana untuk membangun kampus yang berorientasi global namun tetap relevan dengan kebutuhan lokal atau “World Class Locally Relevant.”

Menurut Santri, LPDP memberikan fleksibilitas kepada Undana untuk memanfaatkan jaringan perguruan tinggi mitra yang telah dimiliki LPDP maupun menjajaki kerja sama secara mandiri.

Jaringan tersebut mencakup perguruan tinggi di sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Singapura dan Skotlandia.

Undana juga tengah menjajaki peluang kolaborasi dengan Arizona State University (ASU) di Amerika Serikat, khususnya dalam bidang STEM dan bisnis.

“LPDP memberikan fleksibilitas bagi Undana untuk memanfaatkan jaringan perguruan tinggi mitra LPDP seperti di Amerika Serikat, Inggris, Singapura, hingga Skotlandia maupun menjajaki kerja sama mandiri,” ungkap Santri.

Kurikulum Disiapkan untuk Studi S1–S2

Salah satu aspek penting dalam implementasi Program 3+1+1 adalah penyesuaian kurikulum.

IRO Undana bersama unit terkait perlu memastikan kredit mata kuliah yang ditempuh mahasiswa di perguruan tinggi luar negeri dapat dikonversikan secara tepat dengan persyaratan akademik Undana.

Penyelarasan tersebut diperlukan agar perjalanan akademik mahasiswa tetap memenuhi ketentuan kelulusan gelar sarjana dari Undana sekaligus mendukung kelanjutan studi magister di universitas mitra.

Dengan demikian, program tidak hanya berorientasi pada keberangkatan mahasiswa ke luar negeri, tetapi juga membutuhkan kesiapan akademik, administrasi, dan sistem transfer kredit antarkampus.

Sembilan Prodi Masuk Pemetaan Awal

Undana mulai melakukan pemetaan terhadap sejumlah program studi yang dinilai potensial untuk mengikuti skema Beasiswa 3+1+1.

Beberapa di antaranya adalah Biologi, Agribisnis, Budidaya Perairan, Manajemen Sumber Daya Perairan, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Arsitektur, Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi Pembangunan.

Pemetaan tersebut masih berada pada tahap awal dan akan disesuaikan dengan kebutuhan program, kesiapan kurikulum, bidang keilmuan perguruan tinggi mitra, serta persyaratan yang ditetapkan LPDP.

Pihak IRO Undana optimistis penyelarasan berbagai dokumen dan persyaratan dapat diselesaikan sesuai jadwal.

Jika seluruh tahapan persiapan rampung, sosialisasi dan pendaftaran bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan ditargetkan dapat dibuka pada semester mendatang.

Program Beasiswa 3+1+1 ini sekaligus membuka peluang baru bagi mahasiswa Undana untuk memperoleh pengalaman akademik internasional dan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister melalui skema pembiayaan LPDP. (*/rnc)