Prevy kemudian menyampaikan gagasan sederhana namun kuat. Menurutnya, persoalan utama bukan karena NTT kekurangan potensi, melainkan bagaimana potensi tersebut dapat diolah menjadi sesuatu yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Potensi harus diubah menjadi nilai tambah, nilai tambah menjadi lapangan kerja, dan lapangan kerja menjadi kesejahteraan.

Gagasan tersebut menjadi pesan utama yang dibawa Prevy ke panggung kompetisi nasional.

Iklan

Bawa Suara Pendidikan Vokasi

Sebagai siswi SMK, Prevy juga membawa perspektif mengenai pentingnya pendidikan vokasi dalam menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

Pendidikan SMK dinilai tidak cukup hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang siap menjadi pencari kerja. Pendidikan vokasi juga perlu semakin terhubung dengan potensi ekonomi daerah.

Dengan keterampilan yang relevan, generasi muda diharapkan mampu menjadi tenaga terampil, produktif, membangun usaha, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Gagasan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan vokasi dapat menjadi bagian dari solusi dalam mengolah potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi.

Bukan Sekadar Kompetisi Pidato

Perjalanan Prevy menuju 9 besar nasional memiliki makna lebih luas dari sekadar perlombaan pidato.