Perkembangan inflasi menjadi salah satu indikator penting yang akan dicermati pasar dalam melihat ruang kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).

Pada Agustus 2026, inflasi tahunan Indonesia tercatat meningkat menjadi 3,19 persen, dari 2,28 persen pada Juli. Angka tersebut juga berada di atas perkiraan pasar sebesar 3,13 persen.

Inflasi inti turut mengalami kenaikan menjadi 2,92 persen, level tertinggi sejak Maret 2023. Sementara itu, inflasi bulanan pada Agustus tercatat sebesar 0,21 persen.

Data inflasi September akan menjadi perhatian karena dapat memberikan gambaran terbaru mengenai perkembangan tekanan harga domestik.

Inflasi yang tetap terkendali dalam sasaran BI sebesar 1,5-3,5 persen dapat menjadi salah satu faktor yang memberikan ruang bagi kebijakan moneter yang lebih akomodatif. Sebaliknya, apabila inflasi inti kembali meningkat, ruang pelonggaran kebijakan suku bunga dapat menjadi lebih terbatas.

Dolar AS Masih jadi Penentu Pergerakan Rupiah

Selain faktor domestik, pergerakan rupiah juga akan dipengaruhi dinamika dolar AS di pasar global.

Indeks dolar AS atau DXY, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu melemah 0,31 persen ke level 100,971.