Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Borong, RakyatNTT.ID – Tim Relawan Universitas Negeri Malang (UM) bersama Universitas Nusa Cendana (Undana) menerobos jalur rawan longsor menuju Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (28/8/2026).
Perjalanan tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan akses layanan kesehatan sekaligus pendampingan psikososial di tengah kondisi medan yang masih sulit dilalui.
Tim Relawan UM tiba di Pelabuhan Ende sekitar pukul 17.00 WITA. Setibanya di Ende, tim langsung berkoordinasi dengan relawan Undana untuk menyamakan strategi, membagi tugas, serta memastikan pelayanan kemanusiaan dapat berjalan secara terpadu.
Dari Ende, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur. Tim harus menempuh perjalanan malam selama sekitar 10 jam dengan melewati medan berat dan sejumlah jalur yang terdampak material tanah longsor.
Terintegrasi dengan Sistem Penanganan Bencana
Sesampainya di Manggarai Timur, Tim Relawan UM melakukan pelaporan sekaligus berkoordinasi dengan Health Emergency Operation Center (HEOC) Manggarai Timur.
Koordinasi tersebut penting untuk memastikan seluruh kegiatan kemanusiaan dari perguruan tinggi dapat terintegrasi dengan sistem penanganan bencana yang dijalankan pemerintah daerah.
Pusat kegiatan relawan akan ditempatkan di Posko Kolaborasi UM–Undana yang berada di sekitar Puskesmas Watunggong, Kecamatan Congkar, Kabupaten Manggarai Timur.
Posko tersebut menjadi titik koordinasi bagi relawan dalam memberikan pelayanan kesehatan medis kepada masyarakat sekaligus menjalankan program pemulihan trauma bagi penyintas bencana.
Layanan yang diberikan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik warga. Pendampingan psikososial juga menjadi salah satu prioritas karena masyarakat terdampak bencana menghadapi rasa takut, kelelahan, kecemasan, hingga trauma setelah melalui situasi darurat.
Kehadiran relawan dari dua perguruan tinggi tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan pertolongan sekaligus didengar dalam menghadapi proses pemulihan pascabencana.
Kolaborasi Perguruan Tinggi untuk Pemulihan Penyintas
Kolaborasi UM dan Undana dalam misi kemanusiaan ini juga menjadi bagian dari implementasi komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs).
Dua tujuan pembangunan berkelanjutan yang menjadi perhatian utama adalah SDGs poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui dukungan terhadap kesehatan fisik dan mental masyarakat, serta SDGs poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi.
“Perjalanan tersebut bukan sekadar upaya mencapai lokasi. Di balik panjangnya perjalanan, terdapat masyarakat yang membutuhkan pendampingan, kebutuhan kesehatan yang harus diperhatikan, serta pengalaman traumatis yang membutuhkan ruang untuk didengarkan,” ungkap perwakilan Tim Relawan.
Kolaborasi lintas perguruan tinggi ini dinilai penting untuk mempercepat akses layanan kesehatan di wilayah yang sulit dijangkau akibat kondisi pascabencana.
Dengan mengintegrasikan pelayanan medis dan psikososial melalui koordinasi bersama HEOC serta fasilitas kesehatan setempat, kebutuhan dasar penyintas diharapkan dapat ditangani secara lebih cepat dan terarah.
Selain membantu pemulihan kondisi fisik, pendampingan psikososial juga menjadi bagian penting agar dampak trauma tidak berlangsung berkepanjangan.
Bagi masyarakat di wilayah terdampak, perjalanan panjang yang ditempuh para relawan menjadi pesan bahwa mereka tidak menghadapi masa krisis seorang diri. Kehadiran UM dan Undana di tengah medan yang berat sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam merespons persoalan kemanusiaan secara langsung. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan