Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Perjalanan tersebut bukan sekadar upaya mencapai lokasi. Di balik panjangnya perjalanan, terdapat masyarakat yang membutuhkan pendampingan, kebutuhan kesehatan yang harus diperhatikan, serta pengalaman traumatis yang membutuhkan ruang untuk didengarkan,” ungkap perwakilan Tim Relawan.
Kolaborasi lintas perguruan tinggi ini dinilai penting untuk mempercepat akses layanan kesehatan di wilayah yang sulit dijangkau akibat kondisi pascabencana.
Dengan mengintegrasikan pelayanan medis dan psikososial melalui koordinasi bersama HEOC serta fasilitas kesehatan setempat, kebutuhan dasar penyintas diharapkan dapat ditangani secara lebih cepat dan terarah.
Selain membantu pemulihan kondisi fisik, pendampingan psikososial juga menjadi bagian penting agar dampak trauma tidak berlangsung berkepanjangan.
Bagi masyarakat di wilayah terdampak, perjalanan panjang yang ditempuh para relawan menjadi pesan bahwa mereka tidak menghadapi masa krisis seorang diri. Kehadiran UM dan Undana di tengah medan yang berat sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam merespons persoalan kemanusiaan secara langsung. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan