Seba, RakyatNTT.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sabu Raijua terus melakukan pembenahan internal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

Langkah tersebut ditegaskan Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., selaku Ketua PMI Kabupaten Sabu Raijua, saat memimpin rapat bersama jajaran pengurus dan pegawai PMI, Senin (7/9/2026).

Rapat tersebut menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan pelayanan PMI selama ini. Selain mengidentifikasi berbagai kendala, pertemuan juga membahas langkah strategis untuk memperkuat organisasi agar semakin siap merespons kebutuhan masyarakat.

Iklan

Thobias menegaskan PMI memiliki peran strategis dalam pelayanan kemanusiaan. Karena itu, seluruh pengurus dan pegawai PMI Sabu Raijua diminta meningkatkan profesionalisme, kedisiplinan, kecepatan merespons, serta menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

“PMI harus terus berbenah. Kita ingin pelayanan PMI semakin baik, semakin cepat dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena PMI hadir bukan hanya ketika terjadi bencana, tetapi juga dalam berbagai kegiatan kemanusiaan,” tegas Thobias.

Pembenahan PMI Tak Hanya Soal Administrasi

Menurut Thobias, pembenahan PMI Sabu Raijua tidak boleh hanya berfokus pada aspek administrasi dan tata kelola organisasi.

Perbaikan juga harus mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi antarpengurus, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, serta kemampuan personel dalam merespons berbagai kebutuhan masyarakat.

Ia menilai kesiapan personel menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas pelayanan organisasi kemanusiaan.

Karena itu, peningkatan kapasitas dan profesionalisme pegawai maupun relawan PMI perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mereka mampu menjalankan tugas secara efektif ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

PMI Diminta Perkuat Koordinasi

Ketua PMI Sabu Raijua juga meminta seluruh jajaran tidak bekerja secara sendiri-sendiri. Menurutnya, pelayanan kemanusiaan membutuhkan koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Koordinasi perlu diperkuat, baik di internal organisasi maupun dengan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, fasilitas kesehatan, relawan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta unsur lainnya.

“Jangan bekerja sendiri-sendiri. Bangun koordinasi yang baik dan ciptakan kerja sama yang kuat. Dengan demikian, setiap persoalan dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Penguatan jejaring tersebut dinilai penting agar PMI dapat bergerak lebih cepat ketika menghadapi situasi darurat maupun ketika memberikan pelayanan kemanusiaan dalam kondisi normal.

Bahas Penguatan Kelembagaan dan Kesiapsiagaan

Dalam rapat tersebut, jajaran PMI Sabu Raijua turut membahas berbagai kebutuhan dan langkah strategis untuk memperkuat eksistensi organisasi.

Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain peningkatan kualitas pelayanan, penguatan kelembagaan, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, serta optimalisasi program-program kemanusiaan agar dapat menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Sabu Raijua.

Evaluasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi ditindaklanjuti melalui langkah konkret dan perbaikan secara berkelanjutan.

Thobias berharap pembenahan yang dilakukan dapat membuat PMI Sabu Raijua semakin solid, profesional, dan mampu membangun kedekatan dengan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan PMI harus benar-benar dirasakan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

“Yang paling penting adalah bagaimana PMI benar-benar hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kita harus membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang nyata, cepat dan tulus,” pungkas Thobias.

Dengan penguatan internal, peningkatan kapasitas personel, serta kolaborasi yang semakin baik dengan berbagai pihak, PMI Kabupaten Sabu Raijua diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai organisasi kemanusiaan yang responsif dan hadir untuk masyarakat di berbagai situasi. (*/rnc)