Seba, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.

Pembangunan manusia yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemajuan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Sabu Raijua melalui sambutan yang dibacakan Plt. Asisten III Sekda Sabu Raijua, Ir. Charles Meyok, saat membuka secara resmi Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) V Tingkat Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2026, Kamis (3/9/2026) malam.

Iklan

Pembukaan Pesparani V berlangsung di Gereja St. Paulus Seba, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Sabu Raijua, panitia, peserta, dewan juri serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Pesparani bukan Sekadar Perlombaan

Bupati menilai Pesparani tidak sekadar menjadi ajang perlombaan paduan suara gerejani. Kegiatan tersebut memiliki nilai yang lebih luas sebagai ruang pembinaan iman, pengembangan talenta, peningkatan kreativitas sekaligus sarana memperkuat persaudaraan dan kebersamaan umat.

“Penyelenggaraan Pesparani merupakan bagian penting dalam kehidupan beriman dan pembangunan karakter masyarakat,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.

Menurutnya, nilai-nilai yang dibangun melalui kegiatan keagamaan tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua untuk mewujudkan “Sabu Raijua Bangkit, Maju, Sejahtera dan Mandiri.”

Cita-cita tersebut tidak dapat dicapai hanya melalui pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Dibutuhkan pula sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki karakter, moral, integritas dan kekuatan spiritual.

Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Pemkab Sabu Raijua terus mendorong berbagai program strategis melalui Gerakan Sarai Pintar dan Sarai Berprestasi.

Karena itu, kegiatan keagamaan seperti Pesparani dinilai memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki karakter baik, kepekaan sosial serta kehidupan rohani yang kuat.

Pembangunan Keagamaan Tetap jadi Perhatian

Di tengah tantangan dan keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua memastikan pembangunan bidang keagamaan tetap mendapat perhatian.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan kebijakan serta pengalokasian belanja hibah kepada organisasi dan lembaga keagamaan. Dukungan itu diarahkan untuk memperkuat pembinaan umat, pengembangan potensi masyarakat serta penguatan nilai moral dan spiritual.

“Pembangunan tidak hanya diukur dari capaian fisik dan ekonomi semata, tetapi juga dari kualitas manusia yang memiliki karakter, integritas, dan nilai kehidupan yang kuat,” tegas Bupati.

Menurutnya, pembinaan religi dan keagamaan menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi Sabu Raijua yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kecerdasan moral dan spiritual.

Pesparani juga dinilai dapat memperkuat partisipasi masyarakat karena menjadi ruang perjumpaan antarwilayah, antarkelompok dan antargenerasi.

Interaksi tersebut diharapkan memperluas jejaring kebersamaan sekaligus memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap Kabupaten Sabu Raijua.

Peserta Diminta Junjung Sportivitas

Bupati meminta seluruh peserta Pesparani V mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan kemampuan terbaik, penuh semangat, rendah hati dan menjunjung tinggi sportivitas.

Pesparani diharapkan tidak hanya berorientasi pada perebutan juara, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat iman, mengembangkan talenta, membangun persaudaraan dan menumbuhkan semangat kebersamaan.

Apresiasi juga diberikan kepada para pembina, pelatih dan pendamping yang telah mencurahkan waktu serta tenaga dalam mempersiapkan para peserta.

Sementara kepada dewan juri, Bupati meminta seluruh proses penilaian dilakukan secara objektif, adil dan profesional. Hal tersebut penting agar peserta terbaik yang terpilih benar-benar mampu menjadi representasi Kabupaten Sabu Raijua pada jenjang berikutnya.

Bupati Ajak Masyarakat Jaga Persaudaraan

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Sabu Raijua untuk terus menjaga persaudaraan, toleransi dan kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan daerah.

“Jadikan perbedaan sebagai kekayaan dan modal bersama untuk membangun Sabu Raijua yang semakin maju, damai, dan sejahtera,” pesannya.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana, LP3KD Kabupaten Sabu Raijua, para pelayan umat, tokoh agama, rohaniawan serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Pesparani V.

Dengan memohon penyertaan dan berkat Tuhan Yang Maha Kuasa, Bupati Sabu Raijua melalui Plt. Asisten III Sekda Ir. Charles Meyok secara resmi menyatakan Pesparani V Tingkat Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2026 dibuka pada Kamis, 3 September 2026.

“Selamat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Pesparani V. Semoga Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah dan pelayanan kita dalam membangun Kabupaten Sabu Raijua yang bangkit, maju, sejahtera dan mandiri.”

Pembukaan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sabu Raijua, unsur TNI, Plt. Asisten I Sekda Sabu Raijua, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sabu Raijua, Ketua MUI Sabu Raijua, Kepala Kantor Cabang Bank NTT Sabu Raijua, Pastor Paroki Santo Paulus Seba, Romo Rekan Santo Paulus Seba, Ketua Dewan Pastor Paroki Santo Paulus Seba, Ketua Umum LP3KD Kabupaten Sabu Raijua beserta jajaran.

Hadir pula para tokoh agama dan rohaniawan, pengurus lembaga keagamaan, peserta Pesparani, official, dewan juri serta umat Katolik. (*/rnc)