Kupang, RakyatNTT.ID – Seorang perempuan berusia 23 tahun Bernama Intan Idje diduga melakukan penipuan terhadap sejumlah warga di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Modus yang dilaporkan antara lain meminjam uang serta menawarkan jasa membantu meloloskan calon anggota TNI Angkatan Darat (TNI AD).

Intan juga disebut mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN). Kepada sejumlah orang yang dikenalnya, ia diduga pernah menunjukkan kartu identitas yang diklaim sebagai kartu anggota BIN.

Sejumlah warga yang mengaku menjadi korban mendatangi Polsek Kupang Tengah, Selasa (8/9/2026), untuk melaporkan dugaan penipuan tersebut.

Pantauan RakyatNTT.ID di lokasi, para korban mengelilingi sebuah mobil yang membawa Intan. Mobil tersebut kemudian digunakan untuk membawa Intan ke kantor kepolisian agar kasus tersebut dapat dituntaskan.

Tidak lama berada di Polsek Kupang Tengah, Intan bersama sejumlah korban kemudian dibawa petugas ke Mapolres Kupang. Mereka menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan terkait dugaan tindak pidana yang dilaporkan.

Korban Klaim Rugi Rp140 Juta

Salah satu warga yang mengaku menjadi korban, Bene Jose, menyebut dirinya mengalami kerugian hingga Rp140 juta setelah mempercayai tawaran Intan untuk membantu meloloskan anaknya menjadi anggota TNI AD.

Bene mengatakan dirinya pertama kali mengenal Intan ketika anaknya datang bersamanya. Dalam pertemuan tersebut, Intan menawarkan bantuan untuk mendampingi proses seleksi anak Bene menjadi calon anggota TNI AD.

Kepercayaan Bene semakin besar karena Intan mengaku sebagai anggota BIN dan menunjukkan kartu identitas yang disebutnya sebagai kartu anggota BIN.

Bene kemudian menyerahkan uang secara bertahap melalui transfer rekening bank sesuai permintaan Intan. Total uang yang telah diserahkan disebut mencapai Rp140 juta.

Namun, dalam perjalanan proses tersebut, Bene mulai menemukan sejumlah kejanggalan.

Anaknya yang mengikuti proses seleksi disebut dibiayai Intan untuk berangkat ke Bali tanpa rombongan calon prajurit lainnya. Anak Bene juga disebut ditempatkan di sebuah penginapan, bukan di barak sebagaimana yang diharapkan keluarga.

Bahkan, menurut pengakuan Bene, anaknya dijemput oleh keluarga yang berada di Bali, bukan melalui proses penjemputan resmi yang sebelumnya dibayangkan keluarga.

Kecurigaan Muncul Setelah Mengetahui Keberadaan Intan

Kecurigaan Bene semakin kuat setelah mengetahui bahwa Intan ternyata tidak berada di Singaraja, Bali, sebagaimana informasi yang sebelumnya diterimanya.

Intan disebut berada di Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang. Salah seorang anak Bene kemudian berupaya menemui Intan dan membawanya ke rumah Bene Jose.

Sesampainya di rumah, Intan disebut mengakui perbuatannya dan menyatakan kesediaan untuk mengganti kerugian yang dialami Bene.

Namun, karena uang tersebut tidak kunjung dikembalikan, Bene bersama keluarganya kemudian membawa Intan ke kepolisian untuk melaporkan dugaan penipuan tersebut.

Diduga Pinjam Uang dari Kas Pemuda Gereja

Dugaan penipuan yang dilaporkan terhadap Intan tidak hanya berkaitan dengan tawaran membantu meloloskan calon anggota TNI.

Sejumlah warga dari kawasan Fatululi, Kota Kupang, juga mendatangi Polsek Kupang Tengah dan mengaku menjadi korban dugaan penipuan dengan modus pinjaman uang.

Intan disebut menggunakan pengakuan sebagai anggota BIN untuk mendapatkan kepercayaan dan membangun kedekatan dengan sejumlah kelompok masyarakat.

Salah satu kelompok yang disebut menjadi sasaran adalah kelompok pemuda di salah satu jemaat gereja di kawasan Fatululi.

Seorang perempuan yang mengaku sebagai korban mengatakan, Intan awalnya datang dan menjalin pertemanan dengan kelompok pemuda tersebut. Setelah bergabung, Intan kemudian disebut meminjam uang dari kas kelompok.

“Dia datang dan berteman dengan kami, bahkan sudah bergabung ke kelompok pemuda. Dia minta pinjam, kami kasih. Kami cari-cari untuk dikembalikan, ternyata tidak juga,” ungkap perempuan tersebut yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Ia tidak menyebutkan nominal secara pasti, namun mengatakan uang yang dipinjam dari kas kelompok pemuda tersebut mencapai jutaan rupiah.

Sejumlah pemuda yang berada di Polsek Kupang Tengah juga membenarkan bahwa perempuan yang berada di dalam mobil milik Bene Jose merupakan Intan, yang sebelumnya mereka kenal dengan pengakuannya sebagai anggota BIN.

Tiga orang lainnya kemudian datang ke lokasi dan mengaku mengenal Intan. Mereka selanjutnya ikut bersama petugas kepolisian menuju Mapolres Kupang untuk memberikan keterangan sekaligus menyerahkan bukti terkait dugaan penipuan yang mereka alami.

Polisi Masih Dalami Laporan

Hingga berita ini diterbitkan, Intan masih menjalani pemeriksaan bersama sejumlah warga yang mengaku sebagai korban di Mapolres Kupang.

Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami laporan dan keterangan para pihak serta memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam perkara tersebut.

Polisi juga masih perlu mendalami dugaan penggunaan identitas sebagai anggota BIN serta kebenaran berbagai klaim yang disampaikan oleh para pihak.

Status hukum Intan dalam perkara tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian.

Kasus ini menjadi perhatian karena dugaan penipuan tersebut dilaporkan menggunakan modus membangun kepercayaan melalui pengakuan sebagai anggota institusi negara, kemudian menawarkan bantuan untuk kepentingan tertentu maupun meminjam uang.

Kepolisian diharapkan dapat mengungkap secara terang rangkaian kejadian, jumlah korban, nilai kerugian, serta memastikan status hukum pihak-pihak yang terlibat berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan. (rnc04)