Alor, RakyatNTT.ID — Semangat gotong royong warga RT 05 Usakan dan RT 06 Longkap, Desa Halerman, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali terlihat dalam aksi swadaya memperbaiki jalan penghubung Usakan–Longkap.

Aksi kerja bakti yang berlangsung pada Selasa, 8 September 2026, dilakukan untuk membenahi sejumlah titik ruas jalan sepanjang sekitar 6 kilometer yang mengalami kerusakan dan sulit dilalui.

Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti linggis dan cangkul, warga bahu-membahu menata batu serta memperbaiki bagian jalan yang rusak secara manual. Upaya tersebut dilakukan agar akses transportasi maupun mobilitas warga dapat kembali berjalan lebih baik.

Kondisi jalan yang cukup parah membuat masyarakat mengambil inisiatif untuk melakukan perbaikan secara mandiri sembari berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Alor.

Warga Bersatu Perbaiki Jalan Usakan–Longkap

Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan warga RT 05 Usakan dan RT 06 Longkap. Aksi ini juga mendapat dukungan dari jajaran pemerintah desa serta tokoh masyarakat setempat.

Sejumlah tokoh yang turut terlibat di antaranya Ketua BPD Desa Halerman Thomas E. Mogila, Sekretaris Desa, Ketua RW 03 Tedutius Laapen, Ketua RT 06 Jekson Mohokur, serta tokoh masyarakat Abia Harmo.

Ketua RT 06 Longkap, Jekson Mohokur, menyampaikan apresiasi kepada warga RT 05 Usakan yang telah ikut membantu memperbaiki akses jalan menuju Longkap.

Menurutnya, gotong royong tersebut merupakan bentuk kepedulian antarmasyarakat dalam menghadapi keterbatasan akses transportasi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar dari Usakan yang telah membantu kami memperbaiki jalan Usakan–Longkap. Kami berharap suara kami didengar oleh Pemerintah Kabupaten Alor agar memberikan bantuan berupa pengerjaan jalan yang layak bagi masyarakat,” ujar Jekson.

Sementara Ketua RW 03, Tedutius Laapen, menilai aksi tersebut menjadi bukti kuatnya kebersamaan warga dalam memperbaiki akses transportasi yang menjadi kebutuhan bersama.

“Terima kasih banyak kepada warga dari RT 05 yang rela membantu masyarakat RT 06 Longkap. Ini adalah bentuk rasa kebersamaan kami demi perbaikan jalur transportasi warga,” katanya.

Warga Harap Jalan Usakan–Longkap Diperhatikan Pemerintah

Ketua BPD Desa Halerman, Thomas E. Mogila, mengatakan pekerjaan perbaikan jalan dilakukan secara swadaya dengan melibatkan masyarakat dari RT 05 dan RT 06.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Alor dapat memberikan perhatian terhadap kondisi ruas jalan tersebut, terutama pada titik-titik yang dinilai rawan dan membutuhkan penanganan lebih serius.

“Pekerjaan ruas jalan Usakan–Longkap ini melibatkan seluruh masyarakat RT 05 dan RT 06 secara swadaya. Harapan besar kami, pemerintah daerah dapat memperhatikan kondisi jalan ini dan mengalokasikan anggaran pengerjaan pengecoran beton pada tahun ini untuk titik-titik rawan,” ungkap Thomas.

Menurutnya, kemampuan masyarakat untuk memperbaiki jalan secara mandiri memiliki keterbatasan. Karena itu, intervensi pemerintah tetap dibutuhkan untuk menangani bagian jalan yang membutuhkan pekerjaan konstruksi lebih besar.

Gotong Royong Berlanjut hingga 15 September

Tokoh masyarakat Abia Harmo mengatakan aksi gotong royong tersebut tidak berhenti pada satu hari. Warga berencana melanjutkan kegiatan hingga 15 September 2026.

“Hari ini kami bersatu membenahi jalan dengan swadaya murni. Aksi ini masih terus berlanjut hingga tanggal 15 mendatang,” ujar Abia.

Ia mengatakan terdapat sejumlah titik ekstrem yang tidak mampu ditangani hanya dengan tenaga dan peralatan sederhana milik masyarakat.

Karena itu, warga berharap pemerintah dapat turun tangan secara langsung untuk membantu menangani titik-titik jalan yang membutuhkan penanganan khusus.

Harapan Infrastruktur yang Layak

Di balik aksi gotong royong tersebut, tersimpan harapan masyarakat Desa Halerman agar akses jalan Usakan–Longkap mendapat perhatian lebih serius.

Kerja bakti yang dilakukan warga menunjukkan bahwa masyarakat tidak tinggal diam menghadapi kondisi infrastruktur yang mereka rasakan. Dengan tenaga, waktu, dan peralatan seadanya, warga berusaha menjaga agar akses menuju wilayah mereka tetap dapat digunakan.

Bagi masyarakat, jalan bukan sekadar jalur penghubung antarkampung. Akses tersebut juga berkaitan dengan mobilitas warga, aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta berbagai kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, warga berharap perbaikan secara swadaya yang mereka lakukan dapat menjadi perhatian bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan pembangunan infrastruktur yang lebih permanen.

Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan peninjauan dan asesmen terhadap kondisi jalan, terutama pada titik-titik yang dinilai paling membutuhkan penanganan.

Gotong royong warga Usakan dan Longkap pada akhirnya menjadi gambaran kuat tentang kepedulian masyarakat terhadap kampung halaman. Namun, harapan warga adalah agar semangat swadaya tersebut dapat berjalan beriringan dengan kehadiran pemerintah melalui pembangunan infrastruktur yang layak dan berkelanjutan. (rnc)