“Pekerjaan ruas jalan Usakan–Longkap ini melibatkan seluruh masyarakat RT 05 dan RT 06 secara swadaya. Harapan besar kami, pemerintah daerah dapat memperhatikan kondisi jalan ini dan mengalokasikan anggaran pengerjaan pengecoran beton pada tahun ini untuk titik-titik rawan,” ungkap Thomas.

Menurutnya, kemampuan masyarakat untuk memperbaiki jalan secara mandiri memiliki keterbatasan. Karena itu, intervensi pemerintah tetap dibutuhkan untuk menangani bagian jalan yang membutuhkan pekerjaan konstruksi lebih besar.

Gotong Royong Berlanjut hingga 15 September

Tokoh masyarakat Abia Harmo mengatakan aksi gotong royong tersebut tidak berhenti pada satu hari. Warga berencana melanjutkan kegiatan hingga 15 September 2026.

“Hari ini kami bersatu membenahi jalan dengan swadaya murni. Aksi ini masih terus berlanjut hingga tanggal 15 mendatang,” ujar Abia.

Ia mengatakan terdapat sejumlah titik ekstrem yang tidak mampu ditangani hanya dengan tenaga dan peralatan sederhana milik masyarakat.

Karena itu, warga berharap pemerintah dapat turun tangan secara langsung untuk membantu menangani titik-titik jalan yang membutuhkan penanganan khusus.

Harapan Infrastruktur yang Layak

Di balik aksi gotong royong tersebut, tersimpan harapan masyarakat Desa Halerman agar akses jalan Usakan–Longkap mendapat perhatian lebih serius.