Teknologi tersebut dipilih setelah tim KKN Tematik Undana mengamati kondisi Desa Welong pascagempa. Penurunan debit sumber air membuat masyarakat membutuhkan metode budidaya yang mampu menyesuaikan dengan keterbatasan air.

Melalui sistem irigasi tetes, air dapat dialirkan secara perlahan dan terarah ke area tanaman sehingga penggunaannya lebih efisien.

Warga Belajar Merakit Irigasi dari Bahan Sederhana

Pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman teori, tetapi juga mengajak peserta melakukan praktik secara langsung.

Para ibu diperkenalkan dengan berbagai jenis sayuran cepat panen, pembuatan media tanam yang efisien, hingga cara merakit instalasi irigasi tetes secara mandiri.

Menariknya, peralatan yang digunakan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar rumah warga. Konsep tersebut dirancang agar teknologi dapat diterapkan kembali secara mandiri tanpa membutuhkan biaya besar.

Dengan demikian, setelah pelatihan selesai, masyarakat diharapkan mampu membuat dan mengembangkan sistem serupa di pekarangan rumah masing-masing.

Bibit Bayam, Kangkung dan Sawi Dibagikan

Untuk mendukung praktik budidaya, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian bibit sayuran kepada seluruh peserta.