Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jarak tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petani. Namun, keterbatasan itu tidak membuat masyarakat berhenti mengolah lahan.
Sebaliknya, kondisi tersebut memperlihatkan kegigihan petani dalam menjadikan pertanian sebagai sumber penghidupan sekaligus bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Bupati Krisman B. Riwu Kore memberikan apresiasi terhadap kerja keras Kelompok Tani Kale Ie bersama masyarakat yang secara konsisten mengelola lahan pertanian tersebut.
Menurutnya, aktivitas para petani di Desa Depe menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berproduksi.
Potensi lahan yang tersedia, kata dia, harus terus dimanfaatkan dan dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Bawang Merah jadi Komoditas Potensial Sabu Raijua
Bawang merah menjadi salah satu komoditas pertanian yang memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan di Kabupaten Sabu Raijua.
Pengembangan komoditas tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Usai melakukan panen bersama, Bupati Krisman berdiskusi langsung dengan kelompok tani. Dalam pertemuan tersebut, berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi petani dalam mengelola lahan dibahas secara langsung.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan