Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Borong, RakyatNTT.ID – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Bencana Alam Universitas Nusa Cendana (Undana) berkolaborasi dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Komba menggelar aksi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi Flores di Kabupaten Manggarai Timur.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (29/8/2026) tersebut menyasar kebutuhan pemulihan warga, mulai dari pembersihan puing-puing bangunan, penyaluran bantuan logistik hingga pendampingan psikososial bagi anak-anak penyintas bencana.
Aksi gotong royong diawali dengan membersihkan bongkahan material dan puing sisa gempa di lingkungan Gereja St. Yoseph Kisol. Pembersihan dilakukan agar fasilitas ibadah tersebut dapat kembali dimanfaatkan masyarakat.
Setelah menyelesaikan pembersihan, tim KKN Tematik Undana dan Polsek Kota Komba melanjutkan kegiatan dengan menyalurkan 10 paket bantuan logistik dasar kepada warga di Kelurahan Tana Rata.
Bantuan tersebut berisi berbagai kebutuhan warga, antara lain sembako, minyak goreng, air mineral, perlengkapan mandi, terpal tenda, tikar, selimut, pembalut serta kebutuhan bayi.
Mahasiswa Undana Hadir untuk Anak-Anak Penyintas Gempa
Aksi kemanusiaan kemudian berlanjut ke Kelurahan Ronggakoe. Di wilayah ini, perhatian tim diarahkan pada kondisi psikologis anak-anak yang terdampak gempa.
Tim KKN Undana menggelar kegiatan trauma healing melalui permainan interaktif dan gim berhadiah. Aktivitas tersebut dirancang untuk menciptakan suasana ceria sekaligus membantu anak-anak mengurangi rasa takut dan kecemasan setelah mengalami bencana.
Anak-anak menyambut antusias kegiatan tersebut. Kehadiran mahasiswa memberikan ruang bagi mereka untuk kembali bermain dan berinteraksi di tengah situasi pemulihan pascabencana.
Selain pendampingan psikososial, tim juga menyalurkan makanan ringan, pembalut serta kebutuhan pokok bayi kepada keluarga yang membutuhkan.
Masyarakat berharap pendampingan psikososial bagi anak-anak dapat dilakukan secara berkelanjutan, mengingat pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan bangunan dan pemenuhan kebutuhan material.
Kehadiran Mahasiswa Bawa Semangat Kebersamaan
Kegiatan pembersihan Gereja St. Yoseph Kisol mendapat apresiasi dari Pastor Paroki St. Yoseph Kisol, Romo Agustinus Rame Pr.
Ia menyampaikan terima kasih atas kepedulian civitas akademika dan pimpinan Undana yang menerjunkan mahasiswa untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya membawa bantuan secara fisik, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan dan empati bagi warga yang sedang menjalani masa pemulihan.
“Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya memberikan bantuan secara material, tetapi juga menunjukkan kepedulian dan semangat kebersamaan dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana,” ungkap Romo Agustinus Rame Pr.
Pemulihan Pascagempa Tak Hanya Soal Infrastruktur
Kolaborasi mahasiswa KKN Tematik Undana dan Polsek Kota Komba menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan masyarakat Manggarai Timur setelah gempa bumi Flores.
Pembersihan material gempa membantu membuka kembali akses dan pemanfaatan fasilitas publik. Sementara penyaluran kebutuhan dasar membantu keluarga penyintas memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi darurat.
Di sisi lain, pendampingan psikososial menjadi langkah penting untuk membantu kelompok rentan, khususnya anak-anak, menghadapi dampak emosional akibat bencana.
Pemulihan pascabencana dengan demikian tidak hanya membutuhkan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga perhatian terhadap kesehatan lingkungan, kebutuhan dasar keluarga serta kondisi psikologis masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas sektor seperti yang dilakukan KKN Tematik Undana dan Polsek Kota Komba, proses pemulihan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, menyeluruh dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan