Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Seba, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus memperkuat upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Jalur Reguler Angkatan 3 Tahun 2026.
Komitmen tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama secara serentak pada lima sekolah dasar (SD) penerima program yang dipusatkan di SD GMIT Raedewa, Kecamatan Sabu Barat, Selasa (1/9/2026).
Kelima sekolah yang menerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tersebut yakni SD GMIT Raedewa, SD GMIT Depe, SD Katolik Parema, SD Negeri Gurimonearu, dan SD GMIT Walurade.
Peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri Ketua dan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sabu Raijua, perwakilan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, Camat Sabu Barat, Penjabat Kepala Desa Raedewa, para kepala sekolah penerima program, Yapenkris Ada Hari, tokoh agama, guru, fasilitator, perencana, Ketua dan Anggota P2SP, komite sekolah, kepala tukang serta para pekerja.
Revitalisasi Sekolah bukan Sekadar Seremoni
Wakil Bupati Sabu Raijua Thobias Uly menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dapat dilaksanakan di wilayah tersebut.
Menurut Thobias, pembangunan dan rehabilitasi sekolah bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, aman dan nyaman bagi peserta didik.
“Kegiatan peletakan batu pertama yang kita laksanakan pada hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau formalitas semata. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Sabu Raijua untuk terus berupaya meningkatkan dan mewujudkan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih baik, layak, aman dan nyaman bagi anak-anak kita,” tegasnya.
Khusus di SD GMIT Raedewa, pekerjaan revitalisasi mencakup rehabilitasi enam ruang kelas, satu ruang administrasi, satu ruang perpustakaan, dua ruang toilet, serta pembangunan pagar.
Total anggaran revitalisasi SD GMIT Raedewa mencapai Rp1.105.818.003.
Wabup Ingatkan Gedung Bagus Harus Diikuti Guru Berkualitas
Thobias mengakui masih terdapat keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Sabu Raijua. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memenuhi kebutuhan tersebut secara bertahap melalui berbagai program pembangunan pendidikan.
Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan fisik sekolah bukanlah tujuan akhir.
Menurut Thobias, gedung sekolah yang semakin baik harus diikuti peningkatan kualitas pembelajaran serta mutu sumber daya manusia di lingkungan pendidikan.
“Kita tidak boleh berpikir bahwa ketika gedung sekolah sudah bagus, maka persoalan pendidikan sudah selesai. Gedung yang baik harus diisi dengan guru-guru yang disiplin, kepala sekolah yang memiliki kepemimpinan yang baik, serta proses pembelajaran yang berkualitas,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta kepala sekolah dan guru meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas, menggunakan waktu secara efektif, memperbaiki kualitas pembelajaran serta memberikan keteladanan kepada peserta didik.
Kepala sekolah juga diminta melakukan pembinaan, pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan terhadap kinerja guru maupun seluruh warga sekolah.
Thobias berharap hadirnya fasilitas pendidikan yang lebih baik dapat menjadi energi baru bagi guru untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik sekaligus menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman bagi siswa.
Revitalisasi Sekolah Berarti Membangun SDM
Wakil Bupati Thobias Uly menegaskan pembangunan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan sekolah, guru, orang tua, yayasan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.
Ia mengajak setiap pihak menjalankan peran sesuai tanggung jawab masing-masing.
Pemerintah daerah bertugas menghadirkan sarana dan prasarana, guru meningkatkan disiplin dan mutu pembelajaran, orang tua memberikan dukungan, sementara peserta didik dituntut belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh.
“Jika semua unsur ini berjalan bersama, saya yakin kita dapat melahirkan generasi Sabu Raijua yang cerdas, berkarakter, disiplin dan mampu bersaing di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SD GMIT Raedewa menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, DPRD Kabupaten Sabu Raijua dan seluruh pihak yang mendukung Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap kebutuhan sarana dan prasarana sekolah sekaligus bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Laurens A. Ratu Wewo, S.Sos juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut.
Ia mengatakan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan hasil dari proses dan usulan yang berasal dari tingkat bawah, termasuk sekolah, yang kemudian mendapat dukungan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga serta pemerintah daerah.
“Program revitalisasi ini bukan saja membangun gedung semata, tetapi membangun SDM bagi generasi penerus Sabu Raijua,” ungkap Laurens.
Ia menambahkan, program tersebut akan membantu sekolah-sekolah di Kabupaten Sabu Raijua dalam memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan.
Ketua Komisi III DPRD Sabu Raijua juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan bekerja secara sungguh-sungguh dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu agar fasilitas yang dibangun dapat segera digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Lima Sekolah Diharapkan jadi Momentum Baru Pendidikan Sabu Raijua
Peletakan batu pertama lima sekolah tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.
Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua berharap revitalisasi dapat menjadi momentum untuk membangun semangat baru dalam meningkatkan mutu pendidikan, baik melalui fasilitas yang lebih layak maupun peningkatan kualitas tenaga pendidik.
“Mari kita jadikan peletakan batu pertama hari ini bukan hanya sebagai simbol dimulainya pembangunan fisik, tetapi sebagai simbol komitmen kita bersama untuk membangun masa depan pendidikan Kabupaten Sabu Raijua yang lebih baik,” pungkas Thobias.
Dengan revitalisasi tersebut, lima sekolah penerima program diharapkan mampu memberikan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman dan mendukung perkembangan peserta didik sekaligus memperkuat fondasi sumber daya manusia Sabu Raijua di masa depan. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan