Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurut Thobias, pembangunan dan rehabilitasi sekolah bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, aman dan nyaman bagi peserta didik.
“Kegiatan peletakan batu pertama yang kita laksanakan pada hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau formalitas semata. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Sabu Raijua untuk terus berupaya meningkatkan dan mewujudkan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih baik, layak, aman dan nyaman bagi anak-anak kita,” tegasnya.
Khusus di SD GMIT Raedewa, pekerjaan revitalisasi mencakup rehabilitasi enam ruang kelas, satu ruang administrasi, satu ruang perpustakaan, dua ruang toilet, serta pembangunan pagar.
Total anggaran revitalisasi SD GMIT Raedewa mencapai Rp1.105.818.003.
Wabup Ingatkan Gedung Bagus Harus Diikuti Guru Berkualitas
Thobias mengakui masih terdapat keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Sabu Raijua. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memenuhi kebutuhan tersebut secara bertahap melalui berbagai program pembangunan pendidikan.
Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan fisik sekolah bukanlah tujuan akhir.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan