Hosong menjelaskan bahwa penelitian terkait pengembangan kenari Alor telah dilakukan dalam waktu yang cukup panjang. Salah satu fokusnya berkaitan dengan upaya mendorong kenari Alor memperoleh perlindungan Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Menurutnya, pengembangan kenari tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga membutuhkan dukungan penelitian untuk menggali berbagai potensi yang dimiliki komoditas tersebut.

Hosong juga menyampaikan hasil penelitian mengenai manfaat buah kenari. Ia mengungkapkan bahwa penelitian di India menunjukkan adanya potensi manfaat kenari terhadap kesehatan jantung melalui kandungan yang berkaitan dengan kolesterol.

Namun, informasi mengenai manfaat kesehatan tersebut tetap perlu dipahami berdasarkan konteks penelitian dan tidak dapat langsung diposisikan sebagai klaim pengobatan.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Diperkuat

Kegiatan peningkatan kapasitas pengurus MPIG Kenari Alor masih berlangsung hingga Kamis (24/9/2026).

Berbagai materi yang diberikan diarahkan pada penguatan kapasitas kelompok, kelembagaan, pengembangan komoditas, serta peluang pengembangan kenari sebagai bagian dari ekonomi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula mewakili Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bapperida Alor, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Gabriel Lobang Tang, SS., M.Tr.AP.