Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Yohanis mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya menjaga komunikasi antara kepolisian dengan keluarga dan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif.
Menurut dia, persoalan yang terjadi selanjutnya diselesaikan melalui proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam pertemuan itu, keluarga JT menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi di Mapolres Sumba Barat setelah jenazah JT dibawa ke lokasi tersebut.
Permohonan maaf itu disampaikan dalam suasana pertemuan yang berlangsung dengan baik antara keluarga, kepolisian, serta pemerintah setempat.
Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan meredakan ketegangan setelah rangkaian peristiwa yang terjadi pada Selasa.
Sebelumnya, polisi melakukan penyelidikan terhadap dugaan pencurian ternak di wilayah Sumba Barat dan Sumba Tengah.
Pada Selasa (15/9/2026), polisi melakukan penindakan terhadap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Menurut Kapolres Sumba Barat, dua anggota awalnya mendatangi rumah JT di wilayah Bali Ledo, Kecamatan Loli, untuk melakukan pengecekan. Kedua anggota tersebut disebut tidak membawa senjata.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan