Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Labuan Bajo, RakyatNTT.ID – Kapal wisata jenis semi-phinisi, KM Yukai 55 GT, mengalami kecelakaan laut hingga tenggelam setelah menabrak gugusan karang dangkal di perairan Tanjung Sture, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (27/9/2026).
Meski kapal mengalami kebocoran parah dan kemiringan ekstrem hingga akhirnya tenggelam, seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Sebanyak 19 orang yang berada di atas kapal berhasil diselamatkan dalam operasi tanggap cepat Tim SAR Gabungan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.
Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung, membenarkan kejadian kecelakaan kapal wisata tersebut.
“Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 Wita ketika kapal sedang dalam pelayaran dari area mooring Pulau Kelapa menuju Pulau Bidadari untuk kegiatan snorkeling,” ujar Leonardo, Minggu petang.
KM Yukai Hantam Karang saat Air Laut Surut
KM Yukai yang dinakhodai Armansyah (32) bersama empat anak buah kapal (ABK) diketahui melintas di sekitar perairan Tanjung Sture ketika kondisi air laut sedang surut.
Dalam kejadian tersebut, bagian bawah kapal menghantam gugusan terumbu karang dangkal hingga menyebabkan kebocoran serius pada bagian lambung.
Kapal kemudian mengalami kemiringan ekstrem dan secara perlahan mulai tenggelam.
Dugaan awal, mualim atau juru mudi kapal kurang memahami alur pelayaran lokal serta tidak memperhatikan keberadaan rambu navigasi di ujung tanjung. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Situasi darurat tersebut dengan cepat mendapat pertolongan dari kapal wisata lain yang berada tidak jauh dari lokasi.
Dua kapal wisata, yakni KM NK Jaya 01 dan KM Alfatran, langsung merapat dan memberikan bantuan awal. Para penumpang dievakuasi menggunakan sekoci untuk menghindari risiko lebih besar saat kapal mulai tenggelam.
Tim SAR Kerahkan Enam Armada
Satpolairud Polres Manggarai Barat bersama Tim SAR Gabungan kemudian bergerak menuju lokasi kejadian.
Sebanyak 21 personel lintas instansi dikerahkan dalam operasi penyelamatan. Tim tersebut melibatkan Ditpolairud Polda NTT, Korpolairud Baharkam Polri melalui KP Kasturi 6002 dan KP Bima 7014, KSOP Labuan Bajo, serta Basarnas Labuan Bajo.
Tim SAR bergerak menuju titik koordinat lokasi kejadian, yakni 08°29’34.56″ LS dan 119°50’35.25″ BT.
Operasi penyelamatan menggunakan enam unit armada cepat, terdiri atas lima unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dan satu unit interceptor.
Menurut Leonardo, prioritas utama petugas adalah memastikan keselamatan seluruh orang yang berada di atas kapal.
“Fokus utama kami saat menerima informasi adalah memastikan keselamatan seluruh jiwa di atas kapal,” katanya.
Petugas juga melakukan penyisiran terhadap badan kapal untuk memastikan tidak ada korban yang masih terjebak di dalam kabin maupun ruang mesin.
19 Orang Berhasil Dievakuasi
Para penumpang yang sebelumnya telah berada di sekoci darurat kemudian dipindahkan secara bertahap ke unit RIB milik Polairud dan Basarnas.
Seluruh korban selanjutnya dibawa menuju daratan dengan pengawalan petugas.
Sekitar satu jam setelah operasi penyelamatan dilakukan, seluruh korban berhasil tiba di dermaga dalam kondisi selamat.
Petugas medis kemudian melakukan pemeriksaan fisik dasar atau triase serta memberikan pendampingan awal sebelum proses pendataan identitas dilakukan.
Dari total 19 orang yang berhasil dievakuasi, 13 orang merupakan penumpang wisata dan enam lainnya merupakan awak kapal.
Penumpang wisata terdiri dari wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. Wisatawan asing tercatat berasal dari Belgia, Italia, Prancis dan Malaysia.
Rinciannya, terdapat dua warga negara Belgia, satu warga negara Italia, dua warga negara Prancis dan dua warga negara Malaysia.
Sementara enam orang lainnya merupakan warga negara Indonesia, termasuk pemandu wisata yang mendampingi rombongan.
Kerugian Material Diperkirakan Rp1 Miliar
Meski seluruh penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan, kecelakaan tersebut menyebabkan kerugian material yang cukup besar.
“Kerugian material akibat tenggelamnya badan kapal diperkirakan mencapai satu miliar rupiah,” jelas Leonardo.
Pascaevakuasi, Polres Manggarai Barat bersama instansi terkait langsung melakukan langkah lanjutan untuk memastikan keselamatan pelayaran di sekitar lokasi kejadian.
Nahkoda dan Juru Mudi Diperiksa
Penyidik Satpolairud Polres Manggarai Barat melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda dan juru mudi untuk mendalami penyebab kecelakaan, termasuk dugaan unsur kelalaian dalam pelayaran.
“Kami memeriksa intensif nahkoda dan ABK jurumudi di Mako Satpolairud Polres Manggarai Barat guna mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan,” kata Leonardo.
Polisi juga berkoordinasi dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo serta pihak agen dan pemilik kapal.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengamankan lokasi bangkai KM Yukai sehingga tidak membahayakan kapal lain yang melintas di kawasan tersebut.
“Kami berkoordinasi dengan KSOP dan pemilik kapal untuk menandai lokasi bangkai KM Yukai agar tidak mengganggu alur navigasi kapal-kapal wisata lainnya,” tambah Leonardo.
Selanjutnya, proses penarikan atau salvage bangkai kapal ke perairan yang lebih dangkal akan dilakukan. Petugas juga melakukan pengamanan terhadap sisa barang berharga milik wisatawan yang masih berada di kapal.
Insiden KM Yukai menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan pelayaran wisata di kawasan Labuan Bajo, terutama terkait pemahaman alur pelayaran lokal, kepatuhan terhadap rambu navigasi dan pengamanan jalur pelayaran di sekitar perairan yang memiliki banyak gugusan karang dangkal. (*/rnc)






WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan