Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, akses jalan yang layak merupakan salah satu kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah pelosok karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar.
“Pokir ini kami titipkan agar benar-benar menjawab kebutuhan warga. Jalan tani adalah kunci untuk menggerakkan ekonomi desa. Kami akan terus kawal agar pembangunannya tuntas dan bisa dirawat bersama,” tegas Imanuel.
Ia menjelaskan, persoalan akses semakin terasa ketika musim hujan. Warga Dusun 3 Neno harus melewati kali yang rawan banjir ketika hendak melakukan aktivitas ekonomi.
“Musim hujan masyarakat Dusun 3 Neno Desa Tuapakas terhambat karena banjir. Warga harus melewati sungai untuk berjualan ke pasar. Karena itu perjuangan saya untuk Dusun 3 agar terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Imanuel.
Pokir Berasal dari Penjaringan Aspirasi Warga
Imanuel mengatakan penyaluran Pokir tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil reses dan penjaringan aspirasi masyarakat di sejumlah kecamatan selama masa sidang 2025-2026.
Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berorientasi pada wilayah perkotaan. Kebutuhan masyarakat desa, terutama terkait konektivitas antarwilayah, juga harus menjadi perhatian.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan