Karena itu, Melki berharap pembinaan generasi Qur’ani di NTT tidak berhenti pada kemampuan membaca atau menghafal Al-Qur’an.

Lebih dari itu, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan dapat diwujudkan dalam perilaku, karakter, dan kehidupan sehari-hari.

“Kita tidak cukup hanya melahirkan generasi yang fasih membaca Al-Qur’an, tetapi kita membutuhkan generasi yang mampu menghadirkan ruh Al-Qur’an di tengah kehidupan,” ungkapnya.

Ia berharap generasi muda NTT mampu memadukan iman dengan ilmu, kecerdasan dengan akhlak, keberanian dengan kerendahan hati, serta kemajuan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Pesan Gubernur untuk Kafilah NTT di Semarang

Kepada seluruh anggota Kafilah NTT, Gubernur Melki berpesan agar MTQ Nasional 2026 dijadikan ruang untuk memberikan kemampuan terbaik sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Ia meminta peserta tidak hanya berorientasi pada hasil penilaian dan perlombaan, tetapi juga mampu menghadirkan penghayatan dalam setiap ayat yang dilantunkan.

“Jadikanlah setiap lantunan sebagai jalan untuk mengetuk pintu hati; setiap ayat yang dibaca bukan sekadar terdengar indah di telinga, tetapi juga mampu menyentuh dan menggerakkan hati siapa pun yang mendengarkannya,” pesan Gubernur.