Perhatian juga diberikan kepada sekitar 40 siswa yang rumah keluarganya mengalami kerusakan berat. Gubernur mengatakan dukungan pendidikan dan pembiayaan sekolah bagi siswa terdampak akan diupayakan melalui koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT, dan pemerintah kabupaten.

Menurut Melki, SMA Katolik Syuradikara memiliki posisi penting dalam perjalanan pendidikan di Flores dan NTT.

“Syuradikara adalah salah satu barometer pendidikan di Flores, bahkan di NTT. Karena itu, Syuradikara dituntut untuk semakin hebat lagi,” ujar Melki.

Ia mengatakan Syuradikara telah melahirkan banyak tokoh dan pemimpin yang berkiprah di berbagai bidang. Karena itu, para guru dan siswa diharapkan mempertahankan standar keunggulan yang telah menjadi bagian dari tradisi sekolah tersebut.

Gubernur juga memotivasi para siswa agar tidak larut dalam situasi sulit pascagempa. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi momentum untuk membangun semangat, berpikir lebih besar, dan bekerja lebih keras.

“Kita harus menyiapkan diri dengan sungguh-sungguh dan harus berpikir lebih besar dan lebih hebat,” pesan Gubernur.

Gubernur Soroti Semangat Ende dan Bung Karno

Dalam memberikan motivasi, Gubernur Melki juga mengingatkan para siswa mengenai sejarah Kabupaten Ende sebagai tempat Bung Karno menjalani masa pengasingan sekaligus merenungkan gagasan yang kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.