Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dalam khotbah berdasarkan Roma 12:15, Pdt. Venty menekankan pentingnya empati, kepedulian dan tindakan kasih ketika menghadapi penderitaan sesama, khususnya masyarakat yang menjadi korban bencana di Flores.
Menurutnya, manusia mungkin tidak mampu memulihkan seluruh kerusakan akibat bencana dalam waktu singkat.
Trauma juga tidak dapat dihapus seketika, sementara barang-barang yang hilang tidak mungkin langsung dikembalikan.
Namun, kehadiran dan kepedulian dapat memberikan kekuatan besar bagi mereka yang sedang berada dalam penderitaan.
“Meskipun kita tidak dapat memulihkan seluruh kerusakan, menghapus trauma, atau mengembalikan barang yang hilang secara instan, kehadiran dan keberadaan kita untuk saling menopang serta berbagi mampu memberikan kekuatan besar bagi mereka yang menderita,” kata Pdt. Venty.
Ia menegaskan kasih sejati bukan sekadar menyaksikan penderitaan orang lain dari kejauhan.
Kasih harus mendorong seseorang keluar dari kenyamanan untuk hadir, menemani, merasakan kepedihan dan menangis bersama mereka yang sedang menangis.
Bencana Boleh Meruntuhkan Bangunan, bukan Pengharapan
Pdt. Venty mengatakan penderitaan akibat gempa juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan sekaligus merespons panggilan Tuhan sebagai satu tubuh di dalam Kristus.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan