Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia juga memaparkan perkembangan indikator ekspor NTT ke Timor-Leste.
Menurut data yang disampaikan dalam forum tersebut, nilai ekspor NTT ke Timor-Leste menunjukkan tren peningkatan, dari 376 juta dolar AS pada 2014 menjadi 397 juta dolar AS, sebelum mencatat lonjakan sebesar 21,175,63 persen pada 2025.
Perkembangan tersebut dinilai perlu diimbangi dengan kesiapan masyarakat lokal agar peluang perdagangan lintas batas dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Karena itu, Pemprov NTT menekankan pentingnya pelatihan vokasi bagi masyarakat serta perlindungan hak atas tanah di kawasan perbatasan.
Perdagangan Bebas Tak Boleh Hanya Mengejar Keuntungan Ekonomi
Ketua Panitia ICOLS 2026, Elisabeth NSB Tukan, S.H., LL.M., mengatakan konferensi menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi.
Di antaranya Prof. Dr. Haniff Ahamat, Prof. Dr. Emmy Latifah, S.H., M.H., Mr. Elias De Jesus Fatima, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D., serta Dr. Jeffry A. Ch. Likadja, S.H., M.H.
Menurut Elisabeth, ICOLS 2026 secara khusus diarahkan untuk mengkaji konsekuensi yuridis dan ekonomi dari rencana kawasan perdagangan bebas Indonesia–Timor-Leste.
Forum tersebut juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi potensi manfaat sekaligus risiko yang dapat muncul apabila kawasan perdagangan bebas diterapkan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan