Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperkuat respons kemanusiaan pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026.

Melalui Satgas Penanggulangan Bencana Gempa Flores Undana, perguruan tinggi tersebut menerjunkan tim relawan secara bertahap ke sejumlah wilayah terdampak.

Misi para relawan tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan logistik. Tim Undana juga melakukan identifikasi kerusakan infrastruktur serta memberikan pendampingan psikologis kepada masyarakat yang masih diliputi trauma akibat gempa dan gempa susulan.

Langkah tersebut dipaparkan dalam podcast Undana Talk yang ditayangkan melalui kanal YouTube Pos Kupang, Rabu (9/9/2026).

Kehadiran relawan Undana diarahkan hingga ke wilayah yang sulit dijangkau. Tim menyasar pengungsian mandiri dan kawasan terisolasi untuk memastikan masyarakat yang belum terjangkau posko terpadu tetap memperoleh bantuan kebutuhan dasar, perlindungan fisik, dan dukungan moral.

Satgas Undana Dibentuk Dua Hari setelah Gempa

Respons Undana dimulai dua hari setelah gempa utama, tepatnya pada 17 Agustus 2026. Pimpinan universitas menggelar rapat konsolidasi untuk membentuk sistem penanganan bencana di lingkungan kampus.