Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Kisruh dualisme kepengurusan KSP Kopdit Swasti Sari akhirnya memasuki babak baru. Kepengurusan hasil Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) mulai menjalankan aktivitas setelah akses sejumlah ruangan di kantor KSP Kopdit Swasti Sari dibuka pada Rabu (2/9/2026).
Ketua Pengurus KSP Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan, mengatakan pembukaan sejumlah ruangan dilakukan setelah pihaknya melayangkan somasi sebanyak tiga kali kepada pihak yang sebelumnya menguasai ruangan tersebut.
Namun, tiga kali somasi yang dilayangkan tidak mendapatkan tanggapan. Kondisi itu kemudian mendorong kepengurusan hasil RALB meminta pengawalan dari Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) untuk memastikan proses pembukaan ruangan berlangsung aman.
“Kami sudah membuat somasi satu, dua, dan tiga. Somasi tidak digubris. Karena itu, kami membuat somasi untuk membuka pintu ruangan utama GM dan Wakil GM, serta ruangan di lantai tiga, yakni ruangan pengurus, pengawas dan ruangan rapat,” ujar Yohanes.
Ia menegaskan, kehadiran aparat kepolisian dalam proses tersebut sebatas melakukan pengamanan sekaligus menyaksikan jalannya kegiatan. Pengawalan diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan.
Plt GM dan Wakil GM Mulai Bekerja
Setelah akses ruangan dibuka, Pelaksana Tugas (Plt) General Manager dan Plt Wakil General Manager KSP Kopdit Swasti Sari langsung mulai menjalankan tugas.
“Mulai hari ini, Plt GM dan Plt Wakil GM sudah bekerja maksimal memenuhi persyaratan, memenuhi ruangan sebagai seorang pemimpin,” kata Yohanes.
Menurutnya, kepengurusan yang dipimpinnya merupakan hasil RALB yang dilaksanakan pada 1 Agustus 2026. Setelah itu, pengurus dan pengawas mengantar Plt GM dan Plt Wakil GM untuk menempati ruang kerja mereka.
Yohanes menjelaskan, Ardi dan Martin yang kini dipercaya sebagai Plt GM dan Plt Wakil GM hanya akan menjalankan tugas sementara. Keduanya diperkirakan menjalankan jabatan tersebut selama tiga hingga empat bulan.
Dalam periode tersebut, kepengurusan akan mempersiapkan proses rekrutmen dan seleksi GM serta Wakil GM definitif.
“Kami dalam waktu dekat merekrut GM dan Wakil GM secara definitif. Seorang Ardi dan seorang Martin yang sekarang duduk sebagai Plt GM dan Wakil GM itu hanya sementara, pelaksana tugas,” jelasnya.
Seleksi GM dan Wakil GM Dibuka untuk Manajemen
Yohanes memastikan proses seleksi GM dan Wakil GM definitif nantinya terbuka bagi seluruh jajaran manajemen KSP Kopdit Swasti Sari yang memenuhi persyaratan.
Ia menyebut jumlah manajemen KSP Kopdit Swasti Sari saat ini sekitar 569 orang. Mereka diberikan kesempatan untuk mengikuti proses seleksi secara terbuka.
“Manajemen yang kurang lebih sekarang 569 orang, silakan melamar, silakan bersaing. Kita berharap mendapatkan pemimpin yang betul-betul berkualitas, tidak ada nepotisme dan tidak ada kolusi,” ujarnya.
Ardi dan Martin sendiri bukan sosok baru di lingkungan KSP Kopdit Swasti Sari. Keduanya merupakan kader internal yang telah bekerja selama puluhan tahun dan pernah menduduki sejumlah posisi strategis di lembaga tersebut.
Anggota Diminta Tidak Resah
Di tengah berakhirnya polemik internal, Yohanes mengimbau seluruh anggota KSP Kopdit Swasti Sari agar tetap tenang dan mempercayakan pengelolaan lembaga kepada kepengurusan baru.
Ia mengakui, konflik internal yang berlangsung beberapa waktu terakhir telah membuat sebagian anggota merasa lelah. Bahkan, terdapat anggota yang berniat menarik simpanannya karena khawatir terhadap kondisi koperasi.
Karena itu, Yohanes memastikan aset dan simpanan anggota tetap aman.
“Kami berharap, kami memohon, tenang-tenang saja. Aset kekayaan Bapak, Mama aman. Saya jamin aman,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh manajemen kembali bekerja sebagai satu tim dan menghilangkan sekat-sekat yang muncul akibat konflik internal.
“Tugas kalian berdua adalah bagaimana anak ayam yang kehilangan induk sekarang mari berkumpul. Kembali supaya jangan ada kisruh-kisruh lagi,” katanya.
Kepengurusan Baru Soroti SHU Anggota
Selain menyelesaikan persoalan internal, kepengurusan baru juga akan menaruh perhatian terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) yang diterima anggota.
Yohanes mengatakan, pihaknya menerima sejumlah keluhan anggota mengenai penurunan SHU yang diterima dalam beberapa tahun terakhir.
Karena itu, pengurus baru berencana menelusuri persoalan tersebut untuk memastikan hak-hak anggota terpenuhi secara baik dan benar.
“Tugas kami untuk menelusuri hak anggota dengan baik dan benar. Karena pemilik harus mendapatkan isi, bukan pemilik mendapatkan tulang,” ujarnya.
Pelayanan Koperasi Dipastikan Tetap Normal
Sementara itu, Plt General Manager KSP Kopdit Swasti Sari, Marselus Tapobali, memastikan pelayanan kepada anggota tetap berjalan normal di tengah dinamika internal yang sebelumnya terjadi.
“Untuk pelayanan di tengah dinamika dan konflik internal yang terjadi di dalam tubuh Koperasi Swastisari, saya memastikan bahwa pelayanan tetap seperti biasa,” kata Marselus.
Ia menyebut sejumlah layanan utama tetap berjalan, mulai dari pelayanan simpanan, pinjaman, perlindungan anggota hingga pendidikan anggota.
Marselus juga menyatakan terbitnya dokumen Administrasi Hukum Umum (AHU) dari Kementerian Hukum menjadi penanda berakhirnya dualisme kepengurusan di KSP Kopdit Swasti Sari.
“Dengan diterbitkannya dokumen AHU oleh Kementerian Hukum, menandai bahwa telah berakhirnya dualisme kepengurusan,” ujarnya.
Menurut Marselus, dokumen tersebut menjadi dasar bahwa kepengurusan hasil RALB telah memperoleh pengesahan secara administrasi hukum negara dan telah terdaftar di Kementerian Koperasi.
Dengan berakhirnya polemik tersebut, ia mengajak seluruh anggota KSP Kopdit Swasti Sari untuk kembali bersatu dan memperkuat persaudaraan demi keberlangsungan koperasi.
“Saya mengimbau para anggota yang terhormat agar mari kita sama-sama bergandengan tangan kembali, mempererat tali persaudaraan di dalam tubuh Koperasi Swastisari sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan kita semua,” pungkasnya. (rnc04)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan