Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambolaka, RakyatNTT.ID — Sumba Furniture kini hadir di Ledegiring, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menawarkan berbagai produk furnitur dan layanan desain interior sesuai kebutuhan pelanggan.
Owner Sumba Furniture, Rooli Dunga, mengatakan usaha tersebut sudah dirintis sejak 2013.
Hal itu disampaikan Rooli usai ibadah pemberkatan gedung Sumba Furniture di Ledegiring, Kecamatan Kota Tambolaka, Jumat (4/9/2026) malam.
Pada awal berdiri, Sumba Furniture masih mengerjakan berbagai produk furnitur berbahan kayu dengan desain sederhana, termasuk kebutuhan untuk kafe dan interior rumah.
“Sumba Furniture berdiri sejak 2013. Awalnya kami mengerjakan furnitur standar berbahan kayu, seperti kebutuhan kafe dan interior rumah tangga,” kata Rooli.
Seiring berkembangnya pasar, Rooli melihat kebutuhan masyarakat terhadap furnitur dan desain interior semakin beragam.
Karena itu, Sumba Furniture mulai mengembangkan desain yang lebih minimalis dan modern.
“Kami melihat ke depan prospeknya semakin terbuka. Karena itu, kami mulai mengembangkan desain yang lebih minimalis dengan tampilan yang lebih modern,” ujarnya.
Rooli menjelaskan, Sumba Furniture tidak hanya menjual meja, kursi atau lemari. Usaha tersebut juga melayani pembuatan interior secara khusus sesuai keinginan pelanggan.
Layanan tersebut bisa digunakan untuk kamar tidur, dapur, ruang keluarga, kantor, kafe hingga hotel.
“Jadi pelanggan bisa pesan sesuai kebutuhan. Misalnya ingin kamar tidur dengan nuansa seperti hotel, kami bisa desain sesuai keinginan dan ukuran ruangan,” kata Rooli.
Menurut dia, pelanggan cukup menyampaikan konsep atau model interior yang diinginkan.
Setelah itu, tim Sumba Furniture akan datang untuk mengukur ruangan dan membuat desain.
“Misalnya ada pelanggan bilang, ‘Saya mau kamar tidur saya seperti ini.’ Kami datang untuk mengukur ruangan, kemudian kami buat desainnya. Setelah desain dan harganya disepakati, baru kami kerjakan,” jelasnya.
Dengan sistem tersebut, pelanggan tidak harus memilih desain yang sudah tersedia. Desain dapat disesuaikan dengan ukuran ruangan, kebutuhan dan selera pemilik.
Rooli mengatakan Sumba Furniture menyasar semua kalangan, mulai dari masyarakat menengah ke bawah hingga menengah ke atas.
Harga produk juga bervariasi tergantung jenis, ukuran, bahan dan tingkat kesulitan pengerjaannya.
Sebagai contoh, sebuah meja nakas berukuran 80 x 80 sentimeter dengan tinggi 75 sentimeter dan dilengkapi laci dibanderol mulai Rp 500.000.
“Untuk nakas, ada yang harganya mulai Rp 500.000. Ukurannya sekitar 80 x 80 sentimeter, tingginya 75 sentimeter dan ada lacinya,” ungkap Rooli.
Sementara itu, untuk produk yang dibuat khusus atau custom, harganya bisa mencapai beberapa juta rupiah.
“Kalau yang custom, harganya tergantung pesanan. Bisa sampai beberapa juta rupiah, tergantung desain dan kebutuhan pelanggan,” katanya.
Rooli menjelaskan, Sumba Furniture sebenarnya merupakan bagian dari perusahaan yang bernama RSF atau Rooli Sumba Furniture.
Namun, dalam aktivitas usahanya, nama Sumba Furniture lebih banyak digunakan karena lebih mudah dikenal masyarakat.
“Perusahaan kami sebenarnya bernama RSF, Rooli Sumba Furniture. Tetapi yang lebih dikenal dan kami gunakan adalah nama Sumba Furniture,” jelasnya.
Rooli berharap kehadiran Sumba Furniture dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Sumba Barat Daya terhadap furnitur dan desain interior yang semakin beragam.
Ia juga ingin usaha tersebut terus berkembang dengan mengikuti tren desain interior, namun tetap dapat menyesuaikan produk dengan kebutuhan dan kemampuan pelanggan. (rnc29)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan