Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Waikabubak, RakyatNTT.ID – Kondisi jalan menuju kawasan wisata pantai selatan Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya di titik Dira Tana, Desa Tebara, kembali menjadi sorotan warga.
Jalan yang menghubungkan wilayah Kota Waikabubak dengan Wanukaka dan Lamboya tersebut mengalami kerusakan meski sebelumnya telah beberapa kali dilakukan penimbunan dan pengaspalan.
Kerusakan semakin parah ketika musim hujan. Badan jalan kembali turun dan berlubang sehingga menyulitkan pengendara yang melintas.
Padahal, ruas jalan tersebut merupakan salah satu akses menuju kawasan pariwisata di wilayah selatan Sumba Barat, termasuk kawasan hotel dan destinasi wisata pantai.
Seorang pengendara yang juga seorang pengajar atau guru di Lamboya, inisial Y, mengatakan kondisi jalan tersebut sudah lama menjadi persoalan.
Ia mengaku kerap merasa khawatir ketika melintasi titik jalan yang rusak tersebut.
“Setiap kali melewati jalan ini, saya merasa cukup khawatir karena kondisinya memang tidak baik. Saya berharap pemerintah segera menangani dan memperbaiki jalan ini,” katanya saat ditemui Sabtu (5/9/2026).
Y mengatakan, pemerintah sebenarnya sudah beberapa kali melakukan penimbunan di lokasi tersebut.
Namun, pekerjaan itu dinilai belum menyelesaikan masalah karena badan jalan kembali rusak ketika hujan.
“Jalan ini sudah beberapa kali ditimbun, tetapi tetap turun dan rusak. Ketika hujan, kondisinya semakin parah dan sangat berbahaya bagi pengendara, baik kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujarnya.
Menurut Y, jalan tersebut tidak hanya digunakan masyarakat setempat, tetapi juga menjadi akses menuju kawasan wisata di bagian selatan Sumba Barat.
“Jalan ini setiap hari dilalui masyarakat dari Wanukaka, Lamboya, dan Gaura. Selain itu, jalan ini juga digunakan untuk menuju kawasan hotel dan tempat wisata di bagian selatan, termasuk Hotel Nihiwatu,” katanya.
Ia berharap pemerintah memperhatikan kondisi jalan tersebut karena akses yang baik sangat penting bagi masyarakat dan sektor pariwisata.
“Harapan saya, pemerintah segera memperbaiki jalan ini secara serius supaya masyarakat maupun wisatawan yang melintas bisa merasa aman,” ujarnya.
Warga Dira Tana, Desa Tebara, berinisial JB, juga meminta pemerintah mencari solusi permanen untuk mengatasi kerusakan jalan tersebut.
Menurut dia, penimbunan yang dilakukan berulang kali tidak cukup untuk mengatasi persoalan karena badan jalan kembali turun dan rusak.
“Kami tidak ingin jalan ini terus-menerus rusak dan hanya ditimbun setiap kali mengalami kerusakan. Pemerintah perlu melihat kondisi jalan ini secara langsung dan mencari solusi yang lebih permanen,” kata JB.
Ia mengatakan, kerusakan jalan tersebut sudah beberapa kali menyebabkan pengendara terjatuh.
“Memang sejauh ini belum ada korban jiwa, tetapi sudah ada pengendara yang jatuh dan mengalami luka-luka akibat kondisi jalan ini,” ujarnya.
JB mengatakan, ruas jalan tersebut sebelumnya juga telah dikerjakan dan diaspal. Namun, kerusakan kembali terjadi pada titik yang sama.
“Jalan ini sudah beberapa kali diperbaiki dan ditimbun, tetapi kerusakannya terus berulang. Baru diperbaiki, kemudian ketika hujan dan kondisi tanah turun, jalan kembali patah dan berlubang,” katanya.
Menurut dia, pemerintah perlu mencari metode pembangunan yang sesuai dengan kondisi tanah di lokasi tersebut.
“Kalau hanya terus ditimbun dengan tanah, saya rasa masalahnya tidak akan selesai karena tanah di lokasi ini terus turun. Pemerintah perlu mencari solusi lain yang lebih kuat dan permanen,” ujarnya.
Jalan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat dari wilayah Wanukaka, Lamboya, dan Gaura menuju Kota Waikabubak.
Sebaliknya, jalan itu juga menjadi jalur menuju kawasan wisata pantai selatan Sumba Barat.
Keberadaan sejumlah hotel dan destinasi wisata di wilayah tersebut turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Karena itu, warga menilai kondisi jalan yang rusak menjadi ironi di tengah perkembangan sektor pariwisata di kawasan tersebut.
Salah satu hotel yang berada di kawasan selatan Sumba Barat adalah Hotel Nihiwatu, yang dikenal sebagai salah satu akomodasi wisata ternama di dunia.
Warga berharap pemerintah tidak hanya memperhatikan potensi pariwisata dan pendapatan daerah, tetapi juga memastikan akses menuju kawasan tersebut dalam kondisi layak dan aman.
Gubernur NTT Melki Laka Lena telah dihubungi untuk meminta penjelasan terkait kondisi dan status kewenangan jalan tersebut.
Pemkab Sumba Barat melalui Wakil Bupati Thimotius Tede Ragga juga telah dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp untuk memastikan apakah ruas jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah kabupaten atau provinsi.
Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan.
DPRD NTT yang membidangi pembangunan atau anggota DPRD dari daerah pemilihan Sumba juga telah dihubungi untuk meminta tanggapan terkait kondisi jalan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons.
Warga berharap pemerintah segera turun ke lokasi dan mencari solusi permanen agar kerusakan jalan tidak terus berulang, terutama saat memasuki musim hujan. (rnc29)






WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan