Kupang, RakyatNTT.ID – Solidaritas mahasiswa Universitas Nusa Cendana (UNDANA) untuk korban gempa Flores terus bergerak. Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Universitas Nusa Cendana (BEM PT UNDANA) bersama Organisasi Mahasiswa (Ormawa) se-UNDANA menyalurkan bantuan sembako kepada mahasiswa UNDANA yang terdampak bencana gempa Flores.

Aksi kemanusiaan tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap sesama mahasiswa yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.

Bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan dana yang dilakukan secara bersama-sama oleh aliansi BEM PT UNDANA dan Ormawa se-UNDANA.

Iklan

Galang Donasi di Sejumlah Titik Kota Kupang

Untuk mengumpulkan bantuan, mahasiswa melakukan aksi penggalangan donasi di sejumlah lampu merah di Kota Kupang. Selain itu, aliansi mahasiswa juga membuka donasi secara terbuka bagi masyarakat yang ingin ikut membantu mahasiswa terdampak gempa.

Tidak hanya mengumpulkan dana, mahasiswa juga melakukan pendataan terhadap mahasiswa UNDANA yang terdampak gempa Flores.

Pendataan dilakukan melalui tautan yang disebarkan melalui berbagai grup mahasiswa dan media informasi di lingkungan UNDANA. Data tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan dan penerima bantuan.

Setelah proses penggalangan dana dan pendataan selesai, dana yang terkumpul digunakan untuk menyediakan berbagai kebutuhan pokok bagi mahasiswa terdampak.

Bantuan Tak Hanya Sembako, Kebutuhan Perempuan juga Diperhatikan

Ketua BEM PT UNDANA, Glen Rezy Snae, mengatakan dampak gempa Flores tidak dapat dilihat hanya dari kerusakan bangunan dan infrastruktur.

Menurutnya, bencana juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk mahasiswa.

“Bencana yang terjadi di Flores bukan hanya berbicara tentang kerusakan infrastruktur. Ada dampak ekonomi yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat dan mahasiswa. Bahkan, ada mahasiswa yang sampai kehilangan kontak dengan orang tua mereka akibat situasi bencana,” ujar Glen.

Ia menilai kebutuhan dasar tetap harus menjadi perhatian dalam situasi bencana. Mahasiswa yang terdampak tetap membutuhkan makanan, perlengkapan sehari-hari hingga kebutuhan khusus sesuai kondisi masing-masing.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kebutuhan khusus perempuan. Glen mengungkapkan, terdapat seorang mahasiswi yang menyampaikan bahwa persediaan pembalutnya telah habis setelah terdampak bencana.

“Ada seorang mahasiswi yang pernah menyampaikan kepada saya bahwa kebutuhan perempuannya, yaitu pembalut, sudah habis. Dari situ kami melihat bahwa bantuan dalam situasi bencana tidak boleh hanya memikirkan kebutuhan secara umum, tetapi juga harus melihat kebutuhan secara spesifik dari setiap orang, termasuk kebutuhan perempuan,” jelasnya.

BEM dan Ormawa UNDANA Bentuk Pos Pelayanan

Berangkat dari kondisi tersebut, BEM PT UNDANA bersama Ormawa se-UNDANA sepakat membentuk pos pelayanan dan menyalurkan bantuan secara langsung kepada mahasiswa UNDANA yang terdampak gempa Flores.

Bantuan yang disalurkan mencakup sejumlah kebutuhan pokok, seperti beras, mi instan, telur, minyak goreng, sabun mandi serta pembalut bagi mahasiswi.

Glen menyadari bantuan tersebut belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan mahasiswa yang terdampak. Namun, ia menegaskan bahwa nilai solidaritas tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah bantuan yang diberikan.

“Kami tahu bahwa apa yang kami berikan ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan kebutuhan mereka. Tetapi kami percaya bahwa bantuan ini cukup untuk membantu menunjang kehidupan mereka dalam beberapa waktu. Yang paling penting adalah bagaimana kita menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi situasi ini,” ungkapnya.

Solidaritas Mahasiswa untuk Flores

Bagi BEM PT UNDANA dan Ormawa se-UNDANA, aksi tersebut bukan sekadar kegiatan penyaluran bantuan.

Gerakan kemanusiaan ini menjadi bentuk solidaritas mahasiswa UNDANA kepada sesama mahasiswa dan masyarakat Flores yang masih menghadapi dampak bencana.

Kepedulian terhadap korban gempa, menurut mereka, juga berarti memastikan kelompok-kelompok terdampak mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan masing-masing.

Aksi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam kondisi bencana, solidaritas sosial perlu terus dibangun. Dukungan sekecil apa pun dapat menjadi penyemangat bagi mereka yang sedang berjuang melewati masa sulit.

“Lekas membaik, Flores. Kami mungkin tidak mampu memberikan semuanya, tetapi kami akan terus berusaha memberikan apa yang kami mampu,” tutup Glen. (*/rnc)