Setelah proses penggalangan dana dan pendataan selesai, dana yang terkumpul digunakan untuk menyediakan berbagai kebutuhan pokok bagi mahasiswa terdampak.

Bantuan Tak Hanya Sembako, Kebutuhan Perempuan juga Diperhatikan

Ketua BEM PT UNDANA, Glen Rezy Snae, mengatakan dampak gempa Flores tidak dapat dilihat hanya dari kerusakan bangunan dan infrastruktur.

Menurutnya, bencana juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk mahasiswa.

Iklan

“Bencana yang terjadi di Flores bukan hanya berbicara tentang kerusakan infrastruktur. Ada dampak ekonomi yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat dan mahasiswa. Bahkan, ada mahasiswa yang sampai kehilangan kontak dengan orang tua mereka akibat situasi bencana,” ujar Glen.

Ia menilai kebutuhan dasar tetap harus menjadi perhatian dalam situasi bencana. Mahasiswa yang terdampak tetap membutuhkan makanan, perlengkapan sehari-hari hingga kebutuhan khusus sesuai kondisi masing-masing.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kebutuhan khusus perempuan. Glen mengungkapkan, terdapat seorang mahasiswi yang menyampaikan bahwa persediaan pembalutnya telah habis setelah terdampak bencana.

“Ada seorang mahasiswi yang pernah menyampaikan kepada saya bahwa kebutuhan perempuannya, yaitu pembalut, sudah habis. Dari situ kami melihat bahwa bantuan dalam situasi bencana tidak boleh hanya memikirkan kebutuhan secara umum, tetapi juga harus melihat kebutuhan secara spesifik dari setiap orang, termasuk kebutuhan perempuan,” jelasnya.

BEM dan Ormawa UNDANA Bentuk Pos Pelayanan

Berangkat dari kondisi tersebut, BEM PT UNDANA bersama Ormawa se-UNDANA sepakat membentuk pos pelayanan dan menyalurkan bantuan secara langsung kepada mahasiswa UNDANA yang terdampak gempa Flores.