Bawaslu juga berencana menjalin kerja sama dengan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas edukasi Pemilu kepada masyarakat.

Bawaslu Sumba Barat juga memiliki kerja sama dengan perguruan tinggi melalui program “Bawaslu Goes to Campus”. Dalam program itu, jajaran Bawaslu dapat hadir sebagai dosen tamu untuk memberikan pemahaman mengenai kepemiluan dan pengawasan Pemilu.

Selain itu, Bawaslu telah melakukan kerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Sumba dan berencana menggandeng media dalam kegiatan pendidikan kepemiluan.

Papi berharap berbagai persiapan yang dilakukan selama masa non-tahapan dapat menjadi bekal bagi jajaran pengawas dalam menghadapi Pemilu 2029.

Menurut dia, pengalaman dari pelaksanaan Pemilu sebelumnya perlu menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pengawasan pada Pemilu mendatang.

“Harapan kita Pemilu ke depan, belajar dari pelaksanaan Pemilu yang lalu, tentu kita berharap pelaksanaan Pemilu tahun 2029 akan jadi lebih baik lagi,” katanya.

Ia juga mengajak media dan masyarakat untuk ikut mendukung penyelenggaraan Pemilu agar berjalan dengan baik.

Saat ini, Bawaslu Sumba Barat masih menunggu regulasi terkait tahapan dan jadwal Pemilu 2029.