Jakarta, RakyatNTT.ID – Miss Indonesia 2025, Audrey Bianca, resmi membawa nama Indonesia ke ajang 73rd Miss World 2026 yang digelar di Vietnam.

Namun, perjuangannya di panggung internasional tersebut tidak hanya mengandalkan kecantikan dan penampilan, melainkan juga aksi nyata melalui proyek sosial yang menyentuh kehidupan masyarakat di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Audrey menjadikan program Beauty With A Purpose (BWAP) bertajuk “Habis Gelap Terbitlah Terang” sebagai salah satu senjata utama untuk bersaing di Miss World 2026.

Iklan

Melalui program tersebut, perempuan kelahiran Tangerang, 28 Februari 2003, itu turun langsung ke Kampung Latepalolo, Desa Onggol, Sumba Barat, NTT. Ia berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa kecantikan dapat memiliki dampak nyata bagi sesama.

Audrey mengungkapkan, persiapan menuju Miss World telah dilakukan selama kurang lebih satu tahun setelah dirinya memenangkan gelar Miss Indonesia 2025.

“Jadi, sudah setahun sejak saya memenangkan gelar Miss Indonesia, dan sudah setahun pula saya menjalani persiapan untuk Miss World. Saya bersama tim Miss Indonesia, Star Media Nusantara, dan VVIP Skin Center telah melakukan segalanya, dan saya sangat yakin bahwa saya siap untuk berangkat ke Miss World,” ujar Audrey dalam wawancara sebelum bertolak ke Vietnam pada 8 Agustus lalu.

Proyek Sumba jadi Andalan Audrey di Miss World

Dari berbagai persiapan yang dilakukan, Audrey menempatkan kesiapan mental, fisik, serta proyek sosial di Sumba sebagai bagian penting dalam perjuangannya di Miss World 2026.

“Selain kesiapan mental dan fisik, proyek Beauty with a Purpose di Sumba menjadi kunci utama persiapan kami. Saya sangat bangga bisa membawa proyek sosial ini ke panggung internasional,” katanya.

Proyek “Habis Gelap Terbitlah Terang” diwujudkan melalui dua aksi utama.

Pertama, Audrey bersama masyarakat mendirikan aula serbaguna yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai ruang interaksi sosial, pendidikan, serta berbagai kegiatan komunitas.

Kedua, ia menghadirkan akses energi ramah lingkungan dengan memasang 38 unit panel surya di rumah-rumah warga Kampung Latepalolo.

Kehadiran panel surya tersebut memberikan perubahan berarti bagi masyarakat. Penerangan yang sebelumnya terbatas kini membantu anak-anak belajar pada malam hari, mendukung aktivitas rumah tangga, sekaligus membuka kesempatan bagi warga untuk menjalankan kegiatan ekonomi secara lebih produktif.

Dari Sumba ke Panggung Dunia

Bagi Audrey, keterlibatannya dalam Miss World bukan sekadar upaya untuk meraih mahkota. Ajang tersebut menjadi kesempatan untuk membawa persoalan dan potensi masyarakat Indonesia ke perhatian dunia.

Lulusan Hubungan Internasional dari Leiden University, Belanda, tersebut memandang konsep Beauty With A Purpose sebagai ruang untuk mendengarkan masyarakat, memahami persoalan yang mereka hadapi, serta menghadirkan solusi yang dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Pengalamannya di Sumba menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.

Melalui proyek “Habis Gelap Terbitlah Terang”, Audrey ingin menunjukkan bahwa perempuan Indonesia tidak hanya memiliki kecantikan, tetapi juga kecerdasan, kepedulian, keberanian, dan kemampuan untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Aksi di Kampung Latepalolo juga membawa pesan tentang pentingnya gotong royong dan pemanfaatan energi terbarukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses listrik.

Kini, Audrey Bianca membawa cerita tersebut ke panggung Miss World 2026 di Vietnam. Ia tidak hanya datang sebagai wakil Indonesia dalam kompetisi kecantikan dunia, tetapi juga membawa pengalaman dan perjuangan masyarakat Sumba sebagai bagian dari pesan kemanusiaan Indonesia di mata internasional.

Dengan perpaduan kecantikan, pendidikan, kepedulian sosial, dan aksi nyata, Audrey berharap proyek tersebut dapat menjadi bukti bahwa Beauty With A Purpose bukan sekadar slogan, melainkan gerakan yang mampu memberikan perubahan bagi masyarakat. (*/rnc)