Besarnya jumlah pengungsi menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap tempat tinggal sementara, pangan, air bersih, layanan kesehatan, hingga dukungan psikososial masih sangat besar.

Lebih dari 11 Ribu Tenaga Kesehatan Dikerahkan

Penanganan korban gempa juga melibatkan ribuan tenaga kesehatan. Saat ini terdapat 11.106 tenaga kesehatan yang bekerja di lapangan.

Mereka terdiri atas 134 dokter, 5.306 perawat, 3.974 bidan, serta 1.647 tenaga kesehatan lainnya.

Meski jumlah tenaga kesehatan yang telah dikerahkan cukup besar, BNPB masih mencatat kebutuhan tambahan sebanyak 133 tenaga kesehatan.

Kebutuhan tersebut meliputi 63 dokter umum, dua dokter spesialis penyakit dalam, dua dokter spesialis anak, lima dokter spesialis ortopedi, dua dokter spesialis bedah, satu dokter spesialis bedah saraf, 47 perawat umum, dua perawat ortopedi, empat perawat anestesi, dan lima apoteker.

Kebutuhan tenaga medis tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan kesehatan bagi korban luka, pengungsi, serta masyarakat yang berada di wilayah terdampak.

169 Puskesmas Terdampak Gempa

Sektor pelayanan kesehatan turut mengalami dampak signifikan. BNPB mencatat sebanyak 169 puskesmas terdampak gempa di sejumlah wilayah NTT.