Dari ribuan gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar mencapai M6,2, sedangkan yang terkecil tercatat M1,0.

Sementara itu, sebanyak 146 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menyampaikan bahwa gempa utama berkekuatan M7,7 tergolong besar. Karena itu, rangkaian gempa susulan masih berpotensi terjadi selama beberapa waktu.

Gempa susulan diperkirakan dapat berlangsung sekitar 3–4 minggu sejak gempa utama terjadi.

Kondisi tersebut membuat masyarakat di sejumlah wilayah terdampak masih perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun BMKG.

Jumlah Pengungsi Mulai Menurun

Di sisi lain, jumlah warga yang masih mengungsi menunjukkan penurunan.

BNPB mencatat total pengungsi hingga Kamis (27/8/2026) mencapai 176.621 orang. Jumlah tersebut berkurang sebanyak 2.416 orang dibandingkan data sebelumnya.

Penurunan jumlah pengungsi secara signifikan terjadi di Kabupaten Sikka.

Meski demikian, masih tingginya jumlah warga yang bertahan di lokasi pengungsian menunjukkan bahwa proses pemulihan pascagempa masih membutuhkan waktu dan dukungan berbagai pihak.

Pemerintah bersama BNPB dan instansi terkait terus melakukan penanganan terhadap masyarakat terdampak, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar serta pemulihan wilayah yang mengalami kerusakan akibat gempa. (rnc)