Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperkuat tata kelola akademik dengan menyiapkan Prosedur Operasional Baku (POB) Tugas Akhir berbasis digital.
Kebijakan ini diarahkan untuk memberikan kepastian masa studi sekaligus mempercepat proses penyelesaian tugas akhir mahasiswa pada jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktoral (S3).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Perumusan POB Tugas Akhir yang berlangsung di Aula Rektorat Undana, Rabu (12/8/2026).
Pertemuan tersebut melibatkan jajaran pimpinan universitas, dekanat, hingga pengelola program studi untuk menyelaraskan alur penyelesaian skripsi, tesis dan disertasi agar memiliki timeline yang jelas dan seragam.
Rektor Undana Dorong POB jadi Acuan Bersama
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., mengapresiasi langkah cepat tim penyusun dalam merumuskan standar POB tugas akhir.
Menurutnya, standarisasi diperlukan agar seluruh program studi memiliki acuan yang sama dalam mengatur proses penyelesaian tugas akhir mahasiswa.
“Senat memberikan rekomendasi untuk menyusun POB detail yang diterapkan merata di semua prodi Undana. Masukan konstruktif Bapak/Ibu sangat dibutuhkan agar POB ini menjadi acuan resmi yang melancarkan studi mahasiswa sekaligus melindungi kita sebagai civitas akademika,” ujar Jefri.
POB tersebut diharapkan tidak hanya memberikan kepastian bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi pedoman bagi dosen dan pengelola program studi dalam proses pembimbingan, ujian hingga penyelesaian administrasi akademik.
POB Tugas Akhir Terintegrasi Siadiknona
Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., menekankan bahwa digitalisasi menjadi salah satu kunci dalam penerapan POB baru tersebut.
Melalui sistem digital, proses penyelesaian tugas akhir dapat dipantau secara lebih transparan dan terukur.
“Melalui POB ini, kita ingin membangun alur penyelesaian tugas akhir yang seragam, jelas, dan terintegrasi digital lewat Siadiknona. Kuncinya adalah mengoptimalkan mata kuliah Metodologi Penelitian agar draf proposal matang lebih awal, sehingga mahasiswa punya acuan timeline yang pasti untuk lulus tepat waktu,” kata Annytha.
Dengan sistem tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai tahapan yang harus diselesaikan sejak penyusunan proposal hingga ujian akhir.
Skripsi S1 Ditargetkan Selesai dalam 5 Bulan
Untuk jenjang Sarjana (S1), tim penyusun memproyeksikan durasi penyelesaian skripsi dipangkas dari sebelumnya enam bulan menjadi lima bulan.
Penataan timeline tersebut dipresentasikan oleh drh. Elisabet Tangkonda, M.Sc., Ph.D.
Proses penyusunan tugas akhir dimulai sejak Semester 5 melalui mata kuliah Metodologi Penelitian dengan pendekatan Project-Based Learning.
Selanjutnya, mahasiswa mengajukan judul melalui Siadiknona pada Semester 6.
Dalam rancangan POB, penetapan dosen pembimbing dibatasi maksimal tujuh hari, sedangkan verifikasi berkas ujian secara digital ditargetkan selesai dalam satu hari.
Tahap pengumpulan data dialokasikan selama 60 hari dan analisis data selama 20 hari.
Untuk mahasiswa yang tidak mendapatkan revisi mayor dalam seminar hasil, ujian sidang skripsi dapat dilakukan pada hari yang sama. Sementara itu, persyaratan publikasi juga diarahkan lebih sederhana dengan cukup melampirkan bukti submission.
Durasi Tesis Magister Dipangkas Menjadi 9 Bulan
Akselerasi juga dirancang untuk mahasiswa Program Magister (S2).
Ketua Tim Penyusun POB Tugas Akhir, drh. Putri Pandarangga, MS., Ph.D., memaparkan target penyelesaian tesis yang dipangkas dari 12 bulan menjadi sembilan bulan.
Proses dimulai melalui penyusunan draf TOR tesis pada mata kuliah Metodologi Penelitian di Semester 2.
Dalam rancangan timeline, verifikasi topik ditargetkan selesai dalam 10 hari, penetapan pembimbing maksimal tujuh hari, dan pelaksanaan riset selama 60 hari.
Sementara itu, proses bimbingan draf akhir dibatasi maksimal lima kali dalam periode 30 hari.
Putri mengatakan POB dirancang untuk memperlancar sekaligus mempercepat alur tugas akhir pada seluruh jenjang pendidikan dengan tetap memberikan ruang yang proporsional untuk proses pembimbingan dan revisi.
“Kami merancang POB ini untuk membantu memperlancar dan mempercepat alur penyelesaian tugas akhir mahasiswa di semua jenjang, dengan tetap memperhitungkan alokasi waktu revisi dan pembimbingan secara bijak,” jelasnya.
Program Doktoral Ditargetkan Selesai 14 Bulan
Sementara untuk Program Doktoral (S3), Undana merancang alur penyelesaian tugas akhir selama 14 bulan.
Paparan tersebut disampaikan Dr. drh. Novalino H. G. Kallau, M.Si.
Rangkaian proses dimulai pada Semester 3, dengan tahapan pengajuan TOR selama 18 hari, penetapan promotor 10 hari, ujian prelim 20 hari dan seminar proposal 17 hari.
Selanjutnya, mahasiswa mendapatkan alokasi waktu riset lapangan selama enam bulan, bimbingan draf selama dua bulan, serta seminar hasil dan revisi selama tiga bulan.
Tahapan berikutnya adalah ujian kelayakan hasil yang dialokasikan selama 33 hari sebelum mahasiswa melanjutkan ke ujian tertutup dan yudisium.
Dengan rancangan tersebut, mahasiswa doktoral diharapkan dapat menyelesaikan seluruh proses akademik secara lebih terukur sehingga memungkinkan kelulusan tepat waktu dalam masa studi tiga tahun.
LP3M: Timeline Disusun Berdasarkan Beban SKS
Kepala Lembaga Pengembangan, Pembelajaran, dan Penjaminan Mutu (LP3M) Undana, Dr. Ir. Jacob M. Ratu, M.Kes., menyatakan dukungan terhadap penyusunan POB tersebut.
Menurutnya, timeline baru dirancang secara sistematis dengan mempertimbangkan alokasi beban Sistem Kredit Semester (SKS) mahasiswa.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat target penyelesaian tugas akhir lebih realistis sekaligus mendorong mahasiswa menyelesaikan setiap tahapan akademik sesuai jadwal.
POB Masih Terus Disempurnakan
Rapat koordinasi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari pimpinan universitas, fakultas dan program studi.
Berbagai aspirasi dan catatan substantif disampaikan untuk menyempurnakan rancangan POB sebelum diterapkan secara menyeluruh di lingkungan Undana.
Merespons tingginya antusiasme dan banyaknya masukan, pimpinan Undana memastikan akan menggelar pertemuan lanjutan.
Pertemuan berikutnya akan difokuskan pada pembahasan teknis pelaksanaan sekaligus menindaklanjuti seluruh masukan yang telah dihimpun.
Dengan POB Tugas Akhir berbasis digital tersebut, Undana menargetkan proses penyelesaian skripsi, tesis dan disertasi menjadi lebih terstruktur, transparan dan terukur, sekaligus memberikan kepastian timeline bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan