Christina menjelaskan, proses pendidikan dokter spesialis memang sebagian besar berlangsung di rumah sakit.

“Pendidikan profesi spesialis itu 98 persennya di rumah sakit, jadi bukan di Undana. Karena itu pengenalan ini penting karena mereka masih menjadi mahasiswa baru,” jelasnya.

Dengan pola tersebut, rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang utama pembelajaran klinis bagi peserta PPDS.

Iklan

RSUP dr. Ben Mboi: PPDS jadi Solusi Jangka Panjang

Direktur RSUP dr. Ben Mboi Kupang, dr. Robinzon Gunawan Fanggidae, Sp.An-TI, FIP, menyambut kehadiran PPDS Undana sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan NTT terhadap dokter spesialis dari luar daerah.

Selama ini, salah satu persoalan yang dihadapi NTT adalah dokter spesialis dari luar daerah yang tidak selalu menetap setelah masa penugasan berakhir.

Menurut Robinzon, kondisi tersebut membuat ketersediaan dokter spesialis di sejumlah kabupaten masih belum stabil.

Karena itu, mencetak dokter spesialis dari putra-putri daerah dinilai menjadi strategi penting agar tenaga kesehatan tersebut dapat kembali dan mengabdi di daerah asal.

“Harapannya, anak-anak daerah NTT yang bersekolah di sini sehingga ke depan kita tidak perlu mencari lagi dari luar. Anak-anak ini akan menempati posisi-posisi di kabupaten yang saat ini kosong,” kata Robinzon.