Pembersihan juga dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat di sejumlah lokasi, seperti kawasan Hansisi, Pelabuhan Feri Semau, Pelabuhan Rakyat Semau, Hansisi Oesemuk, Lalendo, hingga Pulau Kambing.

Penyisiran Terus Dilakukan

Ditpolairud Polda NTT terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Semau, Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN), Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

Selain itu, penyisiran melalui jalur laut dan darat terus dilakukan guna memantau kemungkinan penyebaran minyak ke wilayah pesisir lainnya.

“Kami bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan di lapangan. Penyisiran lanjutan akan dilakukan pada titik-titik pesisir yang berpotensi terdampak guna memastikan proses pembersihan berjalan efektif,” tegas Irwan.

Ia juga mengimbau masyarakat pesisir agar tetap tenang dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan sisa-sisa tumpahan minyak di pantai maupun perairan sekitar.

Investigasi Teknis Masih Berlangsung

Sementara itu, pihak kontraktor masih melakukan investigasi teknis guna memastikan sumber pasti kebocoran Marine Fuel Oil (MFO) yang menyebabkan pencemaran laut tersebut.