Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan personel untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) sekaligus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.
“Begitu menerima informasi terkait dugaan pencemaran laut, personel Ditpolairud langsung melakukan pengecekan dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan sumber kejadian, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah penanganan yang harus segera dilakukan,” ujar Irwan Deffi Nasution, Sabtu (1/8/2026).
Ia menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah mengendalikan serta membersihkan tumpahan minyak agar dampaknya tidak meluas terhadap lingkungan laut, aktivitas masyarakat pesisir, maupun ekosistem di Pulau Semau.
Lima hingga Enam Ton Minyak Berhasil Diamankan
Dalam proses penanganan, PT Nusantara Salvage Indonesia selaku pihak yang terlibat dalam pengangkatan bangkai kapal menambah armada penanganan dari dua menjadi empat unit perahu.
Berbagai langkah mitigasi dilakukan, di antaranya:
- Pemasangan oil boom untuk membatasi penyebaran minyak.
- Penggunaan oil absorbent pads untuk menyerap minyak.
- Penyemprotan oil dispersant.
- Penyedotan minyak yang terperangkap di sekitar lokasi kejadian.
Hingga saat ini, sekitar lima hingga enam ton tumpahan minyak berhasil diamankan dari area terdampak.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan