Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Namun, ia meluruskan anggapan bahwa jalur patahan tersebut secara langsung membentang hingga Surabaya, Madura, dan Tuban.
Menurut Amien, kawasan Tuban dan Madura memiliki sistem patahan tersendiri yang dikenal sebagai Sesar Rembang-Madura-Kangean-Sakala (RMKS).
“Surabaya, Madura, Tuban itu jauh, beda lagi sebetulnya. Kalau Tuban itu sendiri ada patahan sendiri di sana, patahan RMKS,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan Sesar RMKS turut berperan dalam proses geologi yang menyebabkan wilayah Madura terangkat menjadi sebuah pulau.
Penjelasan tersebut menegaskan bahwa meskipun gempa M 7,7 NTT memiliki energi besar dan memicu tsunami lokal, potensi dampaknya terhadap wilayah yang jauh seperti Jawa Timur dan Bali utara sangat kecil.
BMKG sendiri telah mengakhiri peringatan dini tsunami setelah melakukan pemantauan terhadap kondisi muka air laut di sejumlah wilayah. Masyarakat tetap diimbau mengikuti informasi resmi BMKG dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak terverifikasi terkait potensi tsunami susulan. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan