Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dengan pendekatan tersebut, program yang disusun diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dalam diskusi, peserta menyampaikan sejumlah rekomendasi dan usulan intervensi yang dinilai penting untuk mempercepat penurunan stunting di Kecamatan Sabu Timur.
“Musrenbang stunting berjalan dengan baik dari awal sampai akhir. Kita mendapatkan berbagai rekomendasi, saran dan masukan yang sangat penting untuk ditindaklanjuti,” kata Thobias.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah kecamatan, desa, Bappeda dan seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam penanganan stunting.
“Tahun lalu kita menjadi rangking satu tingkat Provinsi NTT dalam penanggulangan stunting. Ini merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi kita bersama,” ungkapnya.
Wabup Ingatkan Ancaman Kebakaran Saat Musim Kemarau
Selain membahas stunting, Wakil Bupati Sabu Raijua mengingatkan masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah musim kemarau.
Ia mendorong pemerintah desa dan masyarakat melakukan penghijauan sederhana dengan menanam pohon di lingkungan rumah masing-masing.
“Saat ini kita sudah masuk musim kemarau. Lingkungan di kecamatan sudah cukup bagus karena ada pohon-pohon. Saya harap di setiap rumah bisa dilakukan penanaman satu pohon untuk membantu kita menjaga lingkungan,” ajaknya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan