Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Setibanya di Puskesmas Batu Putih, korban langsung mendapatkan penanganan dari petugas medis. Namun, kondisi korban terus memburuk dan nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Hasil pemeriksaan medis yang dilakukan dokter IGD RSUD SoE, dr. Dodik P. Prasetyo, menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pemeriksaan menemukan tanda-tanda yang konsisten dengan kondisi setelah kematian. Untuk memastikan penyebab kematian secara medis, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut melalui otopsi atau bedah mayat.
Namun, keluarga korban menyatakan menolak dilakukan otopsi atau bedah mayat.
Polisi Lakukan Olah TKP
Kapolres TTS AKBP Kristiyan B. Martino melalui Kasi Humas Polres TTS Iptu Sirta Siregar membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Jumat malam di wilayah RT 008/RW 004, Desa Tupan, Kecamatan Batu Putih.
Dalam proses penyelidikan awal, polisi mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan kejadian, termasuk pakaian korban, telepon seluler dan barang yang diduga berkaitan dengan paparan insektisida.
Dugaan Motif Masih Belum Pasti
Hingga saat ini, alasan korban melakukan tindakan tersebut belum dapat dipastikan.
Informasi mengenai persoalan hubungan asmara sempat muncul sebagai salah satu dugaan latar belakang, tetapi hal tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kejadian.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan