Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Prodi ini diusulkan berdasarkan kebutuhan riil daerah, terutama untuk mengoptimalkan sektor pertanian dan perikanan yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Sektor kelautan dan pertanian lahan kering membutuhkan banyak sentuhan inovasi serta pendampingan akademis yang berkelanjutan,” tegas Krisman.
Menurutnya, karakteristik Sabu Raijua sebagai wilayah kepulauan dengan potensi pertanian lahan kering dan kelautan membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi, keterampilan praktis, serta kemampuan mengembangkan inovasi sesuai dengan potensi lokal.
Karena itu, pendidikan vokasi dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk mempersiapkan generasi muda Sabu Raijua agar mampu mengelola potensi daerah secara mandiri, produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Krisman menegaskan, kerja sama dengan Polije tidak akan berhenti pada pembukaan satu program studi.
Pemkab Sabu Raijua, kata dia, akan terus mendorong pengembangan berbagai program pendidikan tinggi lainnya yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Ke depan, kita akan memprioritaskan pembukaan program studi strategis lainnya yang diselaraskan dengan dinamika dan kebutuhan pembangunan daerah,” tambahnya.
Bupati Saksikan Pengunggahan Dokumen Pengajuan
Keseriusan kedua pihak juga terlihat dalam proses pengajuan Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Agribisnis.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan