Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Diskusi pendahuluan ini secara khusus membahas penentuan lokasi pemantauan kualitas air, udara dan lahan di Kabupaten Sabu Raijua.
Hasil diskusi diharapkan menghasilkan daftar lokasi pemantauan yang disepakati bersama oleh seluruh peserta.
Libatkan Sejumlah OPD dan BPS
Penyusunan dokumen IKLH melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait, di antaranya Bappeda, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, DPMPTSP, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Perhubungan, BPBD serta BPS Kabupaten Sabu Raijua.
Kegiatan tersebut menghadirkan Victor Ch. E. Rairutu, ST., IAP, tenaga ahli perencanaan wilayah kota dari Ikatan Ahli Perencana Provinsi NTT, sebagai narasumber.
Penyusunan Dokumen Kajian IKLH Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2026 direncanakan berlangsung selama tiga bulan.
Pemerintah daerah menyiapkan anggaran sebesar Rp140 juta yang bersumber dari DPA Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sabu Raijua Tahun Anggaran 2026.
Dorong Pembangunan Berwawasan Lingkungan
Sekretaris Daerah berharap seluruh peserta aktif memberikan masukan dan kontribusi selama proses penyusunan dokumen.
Ia menekankan pentingnya menghasilkan dokumen IKLH yang berkualitas dan dapat digunakan sebagai instrumen pendukung perencanaan pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan