Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ba’a, RakyatNTT.ID – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai salah satu proyek strategis nasional untuk mewujudkan swasembada garam Indonesia.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto yang meninjau langsung progres pembangunan kawasan pergaraman terpadu tersebut.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi garam nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Direktur Utama PT Garam Abraham Mose, Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Firmansyah, serta Direktur Operasi I PT Nindya Karya (Persero) Fatchurrohman.
Dorong Produksi Garam Nasional
Sebagai kontraktor pelaksana, PT Nindya Karya (Persero) terus mengakselerasi pembangunan berbagai infrastruktur di kawasan K-SIGN.
Kawasan industri garam terpadu tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi garam dalam negeri, memperkuat rantai pasok industri garam nasional, sekaligus menekan ketergantungan Indonesia terhadap garam impor.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pembangunan K-SIGN tidak hanya bertujuan mengejar target swasembada garam, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Rote Ndao dan Nusa Tenggara Timur.
“Jika kita ingin mandiri, maka produksi harus diperkuat agar hasilnya dinikmati oleh masyarakat kita sendiri,” ujar Zulkifli Hasan.
Menurutnya, percepatan pembangunan kawasan industri garam akan terus dilakukan sesuai arahan Presiden. Karena itu, ia mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi agar proyek strategis tersebut dapat berjalan optimal.
Diharapkan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Selain mendukung ketahanan pangan nasional, keberadaan K-SIGN diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Rote Ndao.
Pemerintah optimistis kawasan tersebut akan menjadi pusat produksi garam modern yang mampu memenuhi kebutuhan industri nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia menuju kemandirian sektor pergaraman.
Nindya Karya Komitmen Bangun Infrastruktur Berkualitas
Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero), Firmansyah, mengatakan pembangunan K-SIGN merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program swasembada nasional melalui pembangunan infrastruktur sektor pangan.
“Pembangunan K-SIGN menjadi salah satu wujud komitmen kami untuk terus mendukung peningkatan kapasitas produksi garam dalam negeri, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong terciptanya kemandirian industri garam Indonesia,” kata Firmansyah.
Ia menegaskan, PT Nindya Karya akan terus mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, ketepatan waktu penyelesaian, serta prinsip pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, seluruh proses pembangunan dirancang agar mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat rantai pasok industri garam nasional.
Dengan percepatan pembangunan K-SIGN, pemerintah berharap Indonesia semakin dekat mewujudkan swasembada garam, mengurangi ketergantungan impor, serta menjadikan Rote Ndao sebagai salah satu sentra produksi garam terbesar dan modern di Tanah Air. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan