Kupang, RakyatNTT.ID – Pekan Alkitab pertama di Kota Kupang mencatat capaian yang melampaui target panitia. Selama empat hari pelaksanaan pada 3–6 Agustus 2026, sebanyak 5.563 partisipan tercatat mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari kunjungan ke Museum Alkitab, seminar hingga perlombaan.

Mengusung tema “Firman Tuhan dari Generasi ke Generasi” yang berlandaskan Mazmur 78:3–4 TB2, Pekan Alkitab menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat mewariskan iman melalui Firman Tuhan kepada generasi penerus.

Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pameran Museum Alkitab, perlombaan hingga seminar, dirancang untuk memperkenalkan dan memperdalam pemahaman terhadap Firman Tuhan sekaligus mendorong keluarga mewariskan iman kepada anak-anak, remaja dan kaum muda.

Pengunjung Lampaui Target Panitia

Antusiasme masyarakat menjadi salah satu catatan utama dalam penyelenggaraan Pekan Alkitab perdana di Kota Kupang.

Panitia sebelumnya menargetkan sekitar 4.000 peserta selama empat hari kegiatan. Namun, jumlah tersebut justru terlampaui dengan total 5.563 partisipan yang datang, termasuk masyarakat dari luar Kota Kupang.

Tingginya arus pengunjung bahkan membuat panitia harus bekerja ekstra dalam memberikan pelayanan. Area pameran Museum Alkitab maupun lokasi seminar terus dipadati pengunjung sepanjang pelaksanaan kegiatan.

Mayoritas partisipan berasal dari kalangan anak-anak, remaja dan pemuda dari berbagai latar belakang gereja, sekolah, agama serta kelompok usia.

Tingginya keterlibatan generasi muda dinilai menjadi salah satu capaian penting karena sejalan dengan tujuan utama Pekan Alkitab, yakni menumbuhkan kecintaan terhadap Firman Tuhan sekaligus memperkuat pewarisan iman kepada generasi berikutnya.

Libatkan Gereja dan Sekolah Berbagai Denominasi

Pekan Alkitab Kupang juga melibatkan perwakilan gereja dan sekolah dari berbagai denominasi, baik Kristen maupun Katolik.

Di kalangan pelajar, Sekolah Citra Bangsa tercatat sebagai sekolah dengan jumlah peserta terbanyak dalam penyelenggaraan Pekan Alkitab tahun ini.

Keterlibatan berbagai gereja dan sekolah tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran mengenai Alkitab, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan lintas komunitas dalam semangat membangun generasi yang mengenal dan mencintai Firman Tuhan.

Pemkot Kupang dan BI NTT Dapat Apresiasi

Panitia menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota dan Pemerintah Kota Kupang yang telah menjadi tuan rumah sekaligus memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Pekan Alkitab perdana tersebut.

Pemerintah Kota Kupang juga disebut berperan dalam membuka secara resmi rangkaian kegiatan Pekan Alkitab.

Apresiasi turut disampaikan kepada Adidoyo Prakoso, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, atas sinergi dan dukungan yang diberikan sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

Selain menghadirkan pelayanan Firman Tuhan, Pekan Alkitab juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kehadiran booth UMKM binaan Bank NTT.

Pengunjung juga dapat melihat koleksi Museum Alkitab, berbagai Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), serta literatur dari UBB GMIT, Kalam Hidup dan BPK Gunung Mulia.

LAI Sebut Pekan Alkitab Kupang Paling Megah

Keberhasilan Pekan Alkitab Kupang juga mendapat apresiasi dari tim Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Pusat yang terlibat langsung dalam pelayanan Museum Alkitab.

Salah seorang staf LAI Pusat dari Jakarta menyebut Pekan Alkitab Kupang memiliki skala pameran yang sangat besar dibandingkan sejumlah pameran Museum Alkitab yang pernah mereka layani di berbagai daerah di Indonesia.

Bahkan, berdasarkan pengalaman tim tersebut, Pekan Alkitab Kupang mencatat jumlah pengunjung terbanyak yang pernah mereka layani dalam kegiatan pameran Museum Alkitab.

“Desain dan dekorasi panitia serasa seperti Bible Museum di USA,” ungkap staf LAI di Jakarta melalui WhatsApp.

Apresiasi serupa disampaikan Kurator Museum LAI, Anas, yang turut melayani sepanjang kegiatan Pekan Alkitab.

Ia menggambarkan tingginya energi dan antusiasme masyarakat Kota Kupang selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Pekan Alkitab Kupang benar-benar fly to the moon. Energi saya rasanya sampai di batas maksimal. Mungkin beginilah rasanya ketika Tuhan Yesus melayani dan mengajar lebih dari lima ribu orang dari pagi hingga malam,” ujarnya.

Diharapkan jadi Gerakan Berkelanjutan

Keberhasilan penyelenggaraan Pekan Alkitab pertama di Kota Kupang diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Panitia berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari gerakan berkelanjutan untuk membangun kecintaan terhadap Firman Tuhan sekaligus memperkuat pewarisan iman dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Pesan tersebut sejalan dengan tema Pekan Alkitab yang mengambil dasar dari Mazmur 78:3–4, yang menekankan pentingnya setiap generasi menceritakan karya-karya Tuhan kepada generasi setelahnya.

Dengan tingginya partisipasi masyarakat, khususnya anak-anak, remaja dan pemuda, Pekan Alkitab perdana di Kota Kupang menjadi momentum penting untuk membangun generasi yang diharapkan semakin mengenal, memahami dan hidup berakar dalam Firman Tuhan. (*/rnc)