Rombongan PRI tinggal bersama warga selama dua hari untuk berinteraksi langsung, mendengar cerita masyarakat sekaligus melihat dari dekat kondisi kehidupan warga setelah bencana gempa.

Ketua DPC PRI Sikka, Wens Wage, mengatakan kehadiran mereka merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

“Kami datang bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga ingin melihat dan merasakan secara langsung bagaimana kondisi masyarakat di Palue. Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendiri menghadapi situasi ini,” kata Wens.

Tembus Cuaca Buruk demi Temui Warga

Menurut Wens, perjalanan menuju Palue melalui jalur laut menjadi tantangan tersendiri bagi rombongan.

Namun, kondisi alam tersebut tidak menyurutkan niat mereka untuk menemui masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Walaupun perjalanan cukup berat karena kondisi cuaca, kami tetap berusaha sampai ke Palue. Bagi kami, jarak dan kondisi alam bukan alasan untuk tidak hadir ketika masyarakat membutuhkan,” ujarnya.

Bagi masyarakat kepulauan seperti Palue, akses menjadi salah satu tantangan utama dalam penanganan bencana. Karena itu, kedatangan langsung rombongan PRI dinilai bukan hanya menghadirkan bantuan, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi warga yang masih berusaha bangkit.

Apresiasi untuk PRI NTT

Wens juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPD PRI NTT Vicoas Amalo dan istri serta seluruh jajaran PRI NTT yang dinilainya memberikan perhatian terhadap masyarakat terdampak gempa di Flores.